Senin, 16 Juni 2014

uji vitamin c

PRAKTIKUM V

Topik                : Uji Vitamin C
Tujuan              : Untuk mengetahui kandungan vitamin C pada berbagai sari buah   dan minuman
Hari/Tanggal   : Jum’at/23 Mei 2013
Tempat            : Laboratorium Biologi PMIPA FKIP UNLAM Banjarmasin
I.       ALAT DAN BAHAN
          a. Alat :
1.      Tabung reaksi
2.      Rak tabung reaksi
3.      Pipet tetes
4.      Gelas kimia
5.      Kertas saring
6.      Blender
7.      Pembakar spiritus
          b. Bahan :
1.      Macam-macam buah (jeruk, tomat, belimbing, nenas, papaya dan lemon)
2.      Larutam amilum iodida (larutan tepung/amilum+ iodium)
3.      Larutan vitamin C tablet (vitacimin)
4.    Minuman sari buah (floridina, C1000 orange, vitamin water)

II.           CARA KERJA
A.    Membuat larutan Iodida
1.      Mengambil kira-kira 3 sendok makan tepung, memasukkan kedalam gelas kimia dan menambahkan air secukupnya. Memanaskan larutan tepung dalam gelas kimia di atas pembakar spritus sampai homogen.
2.      Menyaring larutan tepung menggunakan kertas saring sampai diperoleh setengah gelas kimia 25 ml ekstrak larutan tepung.
3.      Memasukkan beberapa tetes larutan iodium kedalam larutan tepung yang sudah disaring hingga larutan tepung berubah warna menjadi biru sampai kehitaman. Dan mengaduknya hingga homogen.

B. Membuat ekstrak sari buah
1.  Memblender buah-buahan yang tersedia dengan sedikit air.
2. Menyaring masing-masing sari buah dengan menggunakan kertas saring dan memasukkan kedalam gelas kimia serta memberikan label sesuai dengan nama buahnya.

C. Uji vitamin C
1. Menyedikan tabung reaksi sesuai jumlah ekstrak sari buah dan bahan uji yang telah disediakan, mengisinya dengan 5 tetes larutan amilum iodida dan memberikan label masing tabung sesuai dengan sari buah dan larutan uji.
2. Dengan menggunakan pipet tetes, meneteskan larutan vitamin C ke dalam tabung sampai warna amilum iodida hilang dan mencatat berapa tetes larutan vitamin c yang diperlukan untuk menetralkan larutan amilum iodida tersebut.
    Catatan : larutan tablet vitamin c digunakan sebagai acuan penelitian
   perubahan warna dan jumlah tetesan pada vitamin c.
3. Dengan cara yang sama (no.2), menguji ekstrak sari buah yang telah dibuat. Meneteskan ekstrak sari buah ke dalam tabung  yang berisi larutan amilum iodida, dengan cara setetes demi setetes dan mencatat berapa tetes sari buah yang diperlukan untuk menetralkan larutan amilum iodide tersebut (warna biru menghilang).  Begitu juga untuk minuman sari buah, melakukan hal yang sama seperti sari buah.
4. Mencatat hasil pengamatan pada table yang telah disediakan.



III.        TEORI DASAR
Vitamn C adalah salah satu jenis vitamin yang larut dalam air dan memiliki peranan penting dalam menangkal berbagai penyakit. Vitamin ini juga dikenal dengan nama kimia dari bentuk utamanya yaitu asam askorbat. Vitamin C termasuk golongan vitamin antioksidan yang mampu menangkal berbagai radikal bebas ekstraseluler. Beberapa karakteristiknya antara lain sangat mudah teroksidasi oleh panas, cahaya dan logam. Buah-buahan, seperti jeruk, merupakan sumber utama vitamin ini.
Vtamin C berhasil diisolasi untuk pertama kalinya pada tahun 1928 dan pada tahun 1932 ditemukan bahwa vitamin in merupakan agen yang dapat mencegah sariawan. Albert Szent-Gyorgyi menerima penghargaan Nobel dalam Fisiologi atau Kedokteran pada tahun 1937 untuk penemuan ini. Selama ini vitamin C atau asam askorbat dikenal perannya dalam menjaga dan memperkuat imunitas terhadap infeksi. Pada beberapa penelitian lanjutan ternyata vitamin C juga telah terbukti berperan penting dalam meningkatkan kerja otak. Dua penelitian di Texas Woman’s University menemukan bahwa murid SMTP yang tingkat vitamin C-nya dalam darah lebih tinggi ternyata menghasilkan tes IQ lebih baik daripada yang jumlah vitamin C-nya lebih rendah.
Vitamin C diperlukan untuk menjaga struktur kolagen, yaitu sejenis protein yang menghubungkan semua jaringan serabut, kulit, urat, tulang rawan, dan jaringan lain di tubuh manusia. Struktur logam yang baik dapat menyembuhkan patah tulang memar,pendarahan kecil, dab luka kecil.
Vitamin C juga berperan penting dalam membantu penyerapan zat besi dan mempertajam kesadaran. Sebagai antioksidan, vitamin C mampu menetralkan radikal bebas di seluruh tubuh. Melalui pegaruh pencahar, vitamin ini juga dapat meningkatkan pembuangan feses atau kotoran. Vitamin C juga mampu menangkal nitrit  penyebab kanker. Penelitian di Institut Massachusetts menemukan, pembentukan nitrosamin (hasil akhir pencernaan bahan makanan yang mengandung nitrit) dalam sejumlah tubuh mahasiswa yang diberi vitamin C berkurang sampai 81%
Hipoaskorbemia (defisiensi asam askorbat) bisa berakibat sariawan, baik di mulut maupun perut, kulit kasar, gusi tidak sehat sehingga gigi mudah goyah dan lepas, pendarahan di bawah kulit (sekitar mata dan gusi), cepat lelah, otot lemah dan depresi. Di samping itu, asam askorbat juga berkorelasi dengan masalah kesehatan lain, seperti kolestrol tinggi, sakit jantung, artritis ( radang sendi), dan pilek.
Kebutuhan vitamin C memang berbeda-beda bagi setiap orang, tergantung pada kebiasaan hidup masing-masing. Pada remaja, kebiasaan yag berpengaruh di antaranya adalah merokok, minum kopi, atau minuman beralkohol konsumsi obat tertentu seperti obat anti kejang, antibiotik tetrasiklin, antiartritis, obat tidur, dan kontrasepsi oral. Kebiasaan merokok menghilangkan 25% vitamin C dalam darah. Selain nikotin senyawa lain yang berdampak sama buruknya adalah kafein. Selain itu stres, demam infeksi, dan berolahraga juga meningkatkan kebutuhan vitamin C.
Pemenuhan kebutuhan vitamin C bisa diperoleh dengan mengkonsumsi beraneka buah dan sayur seperti jeruk, tomat, arbei, stroberi, asparagun, kol, susu, mentega, kentang, ikan dan hati.














IV.        HASIL PENGAMATAN
A.    Tabel Hasil Pengamatan

No.
Bahan sari buah
Jumlah tetes sari buah yang diperlukanuntuk menetralkan amilum iodida (dalam tetes)
Keterangan Warna
Data Kelompok
Data Kelas
1.
Larutan vitamin C tablet
6
2 - 15
Kuning cerah
2.
Minuman sari buah “A”
7
3 - 13
Kuning keruh
3.
Minuman sari buah “B”
5
28 - 50
Putih keruh
4.
Minuman sari buah “C”
43
2 - 16
Jingga muda
5.
Jeruk
7
2 - 13
Kuning keruh
6.
Tomat
7
5 - 10
Jingga keruh
7.
Nenas
9
3-17
Kuning bening
8.
Belimbing
11
5-16
Putih keruh
9.
Pepaya
10
1-9
Jingga bening
10.
Lemon
15
4-12
Kuning keruh








B.     Gambar Pengamatan
   



        









                   Anonim.a.2014. Dokumentasi Pribadi
                       


1.     
Larutan vitamin c tablet
Warna : kuning cerah
 
 











2.     
Minuman sari buah “A”
Warna : kuning cerah
 
 














3.     
Minuman sari buah “B”
Warna : putih keruh
 














4.     
Minuman sari buah “C”
Warna : jingga muda
 













5.     
Jeruk
Warna : kuning cerah
 













6.     
Tomat
Warna : jingga keruh
 










     7.
Nenas
Warna : kuning bening
 












Belimbing
Warna : putih keruh
 
8.











Papaya
Warna : jingga bening
 
9.










Lemon
Warna : kuning keruh
 
10.








V.      ANALISIS DATA
       Percobaan yang dilakukan yaitu untuk mengetahui kandungan vitamin C pada minuman sari buah (A, B, dan C), vitamin C tablet, dan berbagai sari buah ( jeruk, tomat, nanas, papaya, belimbing dan lemon). Percobaan ini dilakukan dengan membuat terlebih dahulu dengan membuat larutan amilum iodida, yang kemudian larutan ini ditetesi oleh berbagai larutan yang mengandung vitamin C sampai warna amilum iodida yang berwarna ungu menjadi netral (tidak berwarna ungu lagi). Dari situ diketahui larutan mana yang mempunyai kandungan vitamin C yang lebih banyak dilihat dari berapa tetes larutan itu menetralkan larutan amilum iodida.
       Dari percobaan ini dapat diketahui bahwa larutan vitamin C tablet memerlukan 6 tetes berdasarkan data kelompok sedangkan berdasarkan data keles memerlukan 2 – 15 tetes larutan vitamin C tablet agar agar larutan iodide netral dan berubah warna menjadi kuning cerah, minuman sari buah “A” berdasarkan data kelompok memerlukan 7 tetes dan berdasarkan data kelas memerlukan 3 – 13 tetes agar larutan berubah warna menjadi kuning keruh, selanjutnya minuman sari buah “B: berdasarkan data kelompok memerlukan  5 tetes sedangkan berdasarkan data kelas memerlukan 2 – 16   tetes agar warna berubah menjadi putih keruh, sedangkan minuman sari buah “C” berdasarkan data kelompok memerlukan  43 tetes dan berdasarkan data kelas memerlukan 28 – 50 tetes agar larutan berubah warna menjadi jingga muda. Sedangkan pada berbagai sari buah yaitu pada sari buah jeruk berdasarkan data kelompok memerlukan 7 tetes dan brdasarkan data kelas memerlukan 2 – 13 tetes agar larutan iodida netral dan berubah warna menjadi kuning keruh. Pada sari buah tomat berdasrkan data kelompok juga memerlukan 7 tetes dan berdasarkan data kelas memerlukan 5 – 10 tetes agar larutan iodida berubah warna menjadi jingga keruh, selanjutnya pada larutan sari buah nanas berdasarkan data kelompok memerlukan 9 tetes dan berdasarkan data kelas memerlukan 3 – 17 tetes agar warna larutan iodide berubah warna menjadi kuning bening, selanjutnya pada sari buah belimbing berdasarkan data kelompok memerlukan 11 tetes dan berdasarkan data kelas memerlukan 5 – 16 tetes sehingga larutan iodida netral dan berubah warna menjadi jingga bening, dan yang terakhir pada sari buah lemon berdasarkan data kelompok memerlukan 15 tetes sedangkan berdasarkan data kelas memerlukan 4 – 15 tetes agar larutan iodide netral dan berubah warna menjadi kuning keruh.
       Perbedaan jumlah tetesan antara data kelompok dan data kelas tersebut dapat disebabkan karena beberapa hal seperti pengaruh kebersihan pada tabung reaksi yang digunakan, adanya pengaruh zat kimia yang terdapat pada alat yang digunakan serta faktor yang lainnya.
Adapun berdasarkan percobaan yang dilakukan maka didapatkan hasil larutan yang paling banyak mengandung vitamin C adalah minuman sari buah “B”, kemudian urutan berikutnya yaitu larutan vitamin C tablet, minuman sari buah “A”, sari buah jeruk, sari buah tomat, sari buah nanas, sari buah pepaya, sari buah belimbing, sari buah lemon dan yang terakhir minuman sari buah “C”.
Pengujian vitamin C pada umumnya digunakan tritrasi iodimetri, yaitu dengan penambahan Iod kepada vitamin C atau komoditi yang diduga terdapat vitamin C. Vitamin C bersifat pereduksi (reduktor) sedangkan Iod bersifat pengoksidasi (oksidator) sehingga keduanya menghasilkan reaksi redoks (reduksi-oksidasi). Vitamin C akan teroksidasi oleh Iod dan sebaliknya, Iod tereduksi oleh vitamin C (Asam Askorbat). Dalam pengamatan oleh mata, dapat terlihat warna Iod yang berubah dari ungu menjadi kuning karena ditetesi larutan vitamin C. Reaksi yang terjadi dapat tertulis seperti :
            C6H8O6 + H2O                        → C6H8O7 + 2H+ + 2e-
                        2e- + I2                         → 2I-
C6H8O6+ H2O + I2      →C6H8O7 + 2H+




VI.    KESIMPULAN
1.    Vitamin C adalah salah satu jenis vitamin yang larut dalam air dan memiliki peranan penting dalam menangkal berbagai penyakit.
2.    Vitamin C termasuk golongan vitamin antioksidan yang mampu menangkal berbagai radikal bebas ekstraseluler.
3.    Hipoaskorbemia (defisiensi asam askorbat) bisa berakibat sariawan, baik di mulut maupun di perut, kulit kasar, gusi tidak sehat sehingga gigi mudah goyah dan lepas, pendarahan di bawah kulit (sekitar mata dan gusi), cepat lelah, otot lemah dan depresi.
4.    Kelebihan vitamin C dapat menyebabkan diare. Bila kelebihan vitamin C akibat penggunaan suplemen dalam waktu yang cukup lama dapat mengakibatkan batu ginjal, sedangkan bila kelebihan vitamin C yang berasal dari buah-buahan umumnya tidak menimbulkan efek samping.
5.    Dari hasil percobaan didapatkan hasil larutan yang paling banyak mengandung vitamin C adalah minuman sari buah “B”, kemudian urutan berikutnya yaitu larutan vitamin C tablet, minuman sari buah “A”, sari buah jeruk, sari buah tomat, sari buah nanas, sari buah pepaya, sari buah belimbing, sari buah lemon dan yang terakhir minuman sari buah “C”.













VII.   DAFTAR PUSTAKA
Arbianto, Purwo. 1993. Biokomia Konsep-konsep Dasar. Bandung:.Kimia FMIPA ITB.

Montgomery, Rex. Dkk. 1993. BIOKIMIA. Yogyakarta: UGM.

Noorhidayati dan Hardiansyah. 2011. Penuntun Praktikum Biokimia. Banjarmasin: FKIP UNLAM.

Poedjiadi, Anna. 1994. Dasar-dasar Biokimia. Jakarta: Universitas Indonesia- Press.






























LAMPIRAN
Pertanyaan :
1.    Bandingkan jumlah tetesan yang diperlukan larutan sari buah dan minuman. Urutkan dari paling sedikit hingga paling banyak.
2.    Buah manakah dari hasil percobaan yang paling banyak mengandung Vitamin C atau tidak mengandung Vitamin C sama sekali ? Jelaskan berdasarkan hasil percobaan yang kalian lakukan ?
3.    Sebutkan sumber makanan yang banyak mengandung Vitamin C dan jelaskan fungsi Vitamin C bagi tubuh ?
4.    Sebutkan akibat kekurangan dan kelebihan mengkonsumsi Vitamin C ?
5.    Buatlah kesimpulan dari percobaan yang telah kalian lakukan ?

Jawaban pertanyaan :
1. Jumlah tetesan yang diperlukan yaitu larutan sari buah lebih sedikit dibandingkan minuman. Urutan tetesan yang paling sedikit adalah : minuman sari buah “B”, kemudian urutan berikutnya yaitu larutan vitamin C tablet, minuman sari buah “A”, sari buah jeruk, sari buah tomat, sari buah nanas, sari buah pepaya, sari buah belimbing, sari buah lemon dan yang terakhir minuman sari buah “C”.
2. Dari percobaan buah yang paling banyak mengandung vitamin C adalah buah jeruk sedangkan buah yang sedikit mengandung vitamin C dibandingkan sari buah yang lain yaitu buah lemon. Buah jeruk hanya memerlukan 7 tetes untuk membuat netral larutan iodida sedangkankan sari buah lemon memerlukan 15 tetes untuk membuata larutan iodide netral.
3. Sumber makanan yang banyak mengandung Vitamin C adalah makanan yang ada sayur dan buah seperti salat. Funsi Vitamin C adalah Vitamin C adalah jenis vitamin yang larut di dalam air. Di dalam tubuh vitamin C berfungsi sebagai antioksidan yang mampu melindungi tubuh khususnya DNA selular dari kerusakan akibat oksidasi jutaan radikal bebas. Kebutuhan tubuh terhadap vitamin C setiap harinya berbeda-beda untuk tiap individu, secara umum para ahli memperkirakan 60 mg per hari sudah cukup namun dalam kondisi tertentu tubuh memerlukan lebih dari itu. Vitamin C juga berfungsi membantu penyerapan zat besi di dalam tubuh, membentuk kolagen, serat dan struktur protein. Kolagen diperlukan oleh tubuh untuk membentuk tulang dan gigi serta jaringan bekas luka. Vitamin C dapat mengurangi resiko kanker perut dan kanker esophagus (tenggorokan).
4. Akibat kelebihan vitamin C di dalam tubuh dan darah akan dibuang lewat ginjal. Bila terlalu banyak mengkonsumsi vitamin C akan memberatkan kerja ginjal. Kebiasaan mengkonsumsi vitamin C berdosis tinggi dalam jangka panjang membuat tubuh terbiasa untuk menghancurkan dan mengeluarkan kelebihan vitamin C. Apabila konsumsi tiba-tiba dihentikan maka tubuh tetap akan mengeluarkan dan menghancurkan setiap vitamin C yang masuk kedalam tubuh. Akibatnya, tubuh akan kekurangan vitamin C. Kelebihan vitamin C yang dibuang lewat urin akan membuat urin lebih asam. Salah satu hasil metabolit vitamin C adalah asam askorbat, bila asam askorbat berikatan dengan kalsium akan membentuk kalsium askolat yang merupakan cikal bakal batu ginjal. Dosis yang terlalu tinggi dapat menyebabkan keracunan dalam tubuh dengan gejala mual, kejang perut, diare, sakit kepala, kelelahan dan susah tidur.
Akibat kekurangan vitamin C adalah timbulnya pendarahan disekitar gigi dan merusak pembuluh darah dibawah kulit, anemia, sering terkena infeksi, kulit menjadi kasar dan kesulitan dalam menyembuhkan luka. Kekurangan vitamin C dalam jumlah besar berakibat pada sistem syaraf dan ketegangan otot yang dapat menyebabkan kerusakan otot, rasa nyeri, gangguan syaraf dan depresi.
5. Kesimpulan : Vitamin C adalah vitamin yang paling banyak dikenal dan digemari oleh masyarakat karena rasanya yang manis asam segar dan dipercaya mampu meningkatkan daya tahan tubuh sehingga dapat terhindar dari beberapa penyakit seperti flu, panas dalam bahkan kanker. Fungsi Vitamin C adalah berfungsi sebagai antioksidan yang mampu melindungi tubuh khususnya DNA selular dari kerusakan akibat oksidasi jutaan radikal bebas. Kebutuhan tubuh terhadap vitamin C setiap harinya berbeda-beda untuk tiap individu. Akibat kelebihan vitamin C kelebihan vitamin C di dalam tubuh dan darah akan dibuang lewat ginjal. Bila terlalu banyak mengkonsumsi vitamin C akan memberatkan kerja ginjal. Kebiasaan mengkonsumsi vitamin C berdosis tinggi dalam jangka panjang membuat tubuh terbiasa untuk menghancurkan dan mengeluarkan kelebihan vitamin C. Akibat kekurangan vitamin C gejala awal dari kekurangan vitamin C adalah timbulnya pendarahan disekitar gigi dan merusak pembuluh darah dibawah kulit, anemia, sering terkena infeksi, kulit menjadi kasar dan kesulitan dalam menyembuhkan luka. Kekurangan vitamin C dalam jumlah besar berakibat pada sistem syaraf dan ketegangan otot yang dapat menyebabkan kerusakan otot, rasa nyeri, gangguan syaraf dan depresi.











Tidak ada komentar:

Posting Komentar