PRAKTIKUM II
Topik : Porifera dan Coelenterata
Tujuan : 1.
Mengenal morfologi dan tanda-tanda karakteristik anggota phylum Porifera
2. Mengenal anggota phylum Colenterata
3.
Mengenal morfologi dan tanda-tanda karakteristik phylum Coelenterata.
Hari, tanggal : Kamis,
06 Maret 2014
Tempat : Laboratorium Biologi FKIP UNLAM Banjarmasin.
I. ALAT DAN BAHAN
a.
Alat :
1.
Baki
2.
Alat tulis
b. Bahan
:
1. Awetan kering spesies
porifera (Microciona
sp, Euspongia sp , dan Hippospongea sp)
2. Awetan
kering spesies Coelenterata (Astraea sp, Madrepora sp, Euplexaura anthipates, Acripora
sp, Fungia elegant, Favia sp, dan Ganiastrea pertinauta).
II. CARA KERJA
- Menyiapkan alat dan bahan
- Menggambar morfologi hewan porifera dan coelenterata
- Memberikan keterangan selengkapnya dan menuliskan sistematiknya.
III. TEORI DASAR
A. Porifera
Porifera mewakili hewan-hewan primitif
yang bersimetri radial atau asimetri dan menyimpang dari garis utama evolusi
Metazoa, serta merupakan cabang evolusi yang disebut Parazoa. Hewan ini hidup
di laut, beberapa di air tawar, tidak aktif, tidak bertangkai, memiliki banyak
pori. Sistem pencernaan berlangsung secara intraseluler.
Tubuh porifera masih diorganisasi pada
tingkat seluler, artinya tersusun atas sel-sel yang cenderung bekerja secara
mandiri. Porifera mempunyai ciri-ciri khusus, yaitu : tubuh tidak dilengkapi
dengan appendiks dan bagian yang dapat digerakkan ; tubuhnya memiliki penyokong tubuh yang
tersusun atas bentuk kristal dari spikula-spikula atau bahan serabut yang
terbuat dari bahan organik. Bentuk tubuh sangat bervariasi, yaitu ada yang
menyerupai kipas, jambangan bunga, batang, globural, genta, terompet dan
lainnya.
Kalau ditinjau dari bahan pembentuk
rangkanya dibagi menjadi 3 golongan, yaitu : porifera lunak, porifera kapur,
dan porifera silikat. Porifera bersifat holozoik dan saprozoik.makana porifera
berupa mikroorganisme (diatome, bakteri protozoa, dan lain-lain) serta
bahan-bahan organik yang merupakan lapukan atau sisa-sisa tubuh organisme yang
telah mati. Porifera berkembang biak secara seksual maupun secara nonseksual.
Perkembangbiakan secara nonseksual dilakuakn dengan membentuk kuncup. Phylum
porifera meliputi 10.000 species baik yang sudah menjadi fosil maupun yang
masih hidup. Dari sekian species itu terbagi atas 1.400 genera (genera: jamak,
genus : tunggal). Atas dasar bahan pembentuk kerangka tubuhnya serta tipe
spikulanya Porifera digolongkan menjadi 3 kelas dan 12 ordo.
Pada porifera belum terbentuk jaringan
tubuh, sel tubuhnya masi bertindak sendiri-sendiri dalam melakukan fungsinya
sebagai salah satu anggota bagian tubuh yang turut bertanggung jawab terhadap
hidup matinya individu tubuh tersebut. Porifera tidak dapat digolongkan pada
kelompok metazoa tetapi tergolong pada kelompok mesozoa.
Dalam hal ini porifera juga belum
mempunyai alat khusus yang digunakan untuk mengeluarkan zat-zat sampah yang
merupakan sisa-sisa metabolisme. Dalam penelitian ternyata zat-zat sampah yang
berupa butir-butir itu dikeluarkan dari daerah internal tubuhnya oleh sel-sel
amoebocyt.
B. Coelenterata
Istilah Coelenterata diambil dari bahasa Yunani (Greek);
coilos = rongga, enteron = usus. Gabungan istilah tersebut tidak diartikan
sebagai hewan yang ususnya berongga, tetapi disebut hewan berongga. Istilah
tersebut juga mengindikasikan bahwa hewan Coelenterata tidak memiliki rongga
tubuh sebenarnya, melainkan hanya berupa rongga sentral yang disebut coelenteron.
Rongga tersebut berfungsi sebagai rongga pencernaan dan sekaligus berfungsi
sebagai pengedar sari makanan. Oleh karena itu rongga tersebut disebut sebagai
rongga gastrovaskular.
1. Ciri-ciri umum :
Mempunyai bentuk tubuh polip dan medusa yang terbentuk
dalam siklus hidupnya. Polip berbentuk tubular, sesil, dan medusa berbentuk
seperti payung (bel) berenang-renang dalam air. Kebanyakan di air laut,
beberapa di air tawar. Tubuh terdiri dari epidermis (lapisan luar) dan
gastrodermis (lapisan dalam) diantara kedua lapisan ditemukan lapisan mesoglea.
2. Ciri-ciri khusus Coelenterata diantaranya :
1.
Tubuh radial simetris
(silindris, globular atau spherikel).
2.
Dinding tubuh diplobastik
(dua lapis jaringan; ektoderm/epidermis dan endoderm/gastrodermis) yang
memiliki sel jelatang atau penyengat.
3.
Tubuh tidak beranus tetapi
hanya bermulut yang dilengkapi dengan tentakel-tentakel di sekelilingnya.
4.
Sistem pencernaan makanan
tidak komplit, hanya berupa rongga gastrovaskular.
5.
Belum memiliki alat
pernafasan, sirkulasi maupun ekskresi yang khusus.
Coelenterata adalah golongan plankton yang bersifat carnivora.
Mereka menangkap mangsanya dengan tentakel, dimana tangan-tangan tersebut
dilengakapi dengan sel-sel penyengat yang dinamakan nematocyst.
Sebenarnya medusae yang umum terdapat di lautan mempunyai ukuran yang
besar, tetapi mereka tidak akan tertangkap oleh plankton net. Beberapa
koloni Siphonophore kemungkinan juga akan dijumpai. Tubuh mereka terdiri
dari gabungan beberapa individu ( zooid ) yang mungkin mempunyai fungsi
yang berbeda satu sama lain. Misalnya yang satu berfungsi sebagai alat untuk
makan, sedang yang lain berfungsi sebagai alat untuk berkembang biak.
Reproduksi Coelenterata ada 2 cara yaitu secara aseksual
dan seksual. Reproduksi aseksual dilakukan dengan membentuk kuncup. Kuncup
tumbuh di dekat kaki, semakin lama semakin besar, membentuk tentakel untyuk menangkap
mangsanya. Tubuh anak ini akan
melekat pada induknya, hingga induk membentuk kuncup yang lain. Demikianlah
lama-kelamaan akan terbentuk koloni. Reproduksi seksual dilakukan dengan
bertemunya sperma dan ovum. Sperma dihasilkan oleh testis dan ovum oleh
ovarium.
Coelenterata meliputi berbagai macam hewan air, misalnya
hewan tumbuhan (hewan yang nampakanya seperti tumbuhan), ubur-ubur, binatang
karang, anemone laut, polip dan lain-lain.
IV. HASIL PENGAMATAN
A. Porifera
1. Microciona sp

Gambar
Foto Pengamatan
Anonim.a.2014

Foto Literatur
Anonim.b.2014
2. Euspongia
Gambar![]() |
|||
![]() |
|||

Foto
Pengamatan![]() |
Anonim.c.2014
Foto
Literatur

Anonim.d.2014
3. Hippospongea
sp
Gambar![]() |
|||
![]() |
|||

Foto
Pengamatan
Anonim.e.2014
Foto Literatur
Anonim.f.2014
B. Coelenterata
1. Astraea sp
Gambar![]() |

Foto
Pengamatan
Anonim.g.2014
Foto Literatur![]() |
|||
Anonim.h.2014
2. Madrepora
molissima
Gambar
![]() |
|||
![]() |
|||
Foto
Pengamatan
Anonim.i.2014
Foto Literatur![]() |
|||
Anonim.j.2014
3.
Euflexaura anthipathes
Gambar
![]() |
|||
![]() |
|||

Foto
Pengamatan
Anonim.k.2014
Foto
Literatur

Anonim.l.2014
4. Acropora sp
Gambar![]() |
|||
![]() |
|||

Foto
Pengamatan
Anonim.m.2014
Foto
Literatur

Anonim.n.2014
5. Fungia
elegant
Gambar![]() |
|||
![]() |
|||

Foto
Pengamatan![]() |
Anonim.o.2014
Foto Literatur![]() |
|||
Anonim.p.2014
6. Favia sp
Gambar
![]() |
|||
![]() |
|||
Foto
Pengamatan
Anonim.q.2014
Foto
Literatur

![]() |
|||
Anonim.r.2014
7. Goniastrea
pectinata
Gambar
![]() |
|||
![]() |
|||

Foto
Pengamatan
Anonim.s.2014
Foto
Literatur

Anonim.t.2014
V. ANALISIS DATA
A. Porifera
Dari hasil pengamatan
terhadap anggota phylum Porifera, porifera merupakan hewan berpori karena
memiliki lubang-lubang kecil. Bila dibandingkan dengan protozoa, porifera merupakan hewan yang kompleks,
hal ini dikarenakan tuguhnya yang tersusun atas banyak sel.
Porifera
memiliki ciri khusus yaitu tubuh memiliki banyak pori yang merupakan awal dari
sistem kanal (saluran air) yang mehubungkan daerah eksternal dengan internal.
Tubuh tidak dilengkapi dengan apendiks dan bagian yang dapat digerakkan, belum
memiliki saluran pencernaan makanan, dan memiliki penyokong tubuh yang tersusun
atas bentuk kristal dari spikula-spikula.
Habitatnya
biasanya di laut dan warnanya juga bermacam-macam , misalnya ada yang kelabu,
merah, biru, hitam, putih dan lain-lain.
Porifera bersifat holozoik dan safrozoik. Makanannya berupa mikroorganisme,
bahan-bahan organik atau sisa-sisa organisme yang telah mati. Porifera yang di
amati saat praktikum adalah :
1. Microciona sp
Klasifikasi
Kingdom :
Animalia
Phylum :
Porifera
Class :
Demospongia
Subclass : Monaxonida
Ordo :
Poecilesclerina
Famili :
Microcionadae
Genus :
Microciona
Spesies :
Microciona sp
Sumber :
Hegner. 1968
Microciona termasuk koloni laut yang banyak ditemukan dilaut. Biasanya hidup di daerah
tropis dan subtropis ,spongenya bertanduk dan tidak berspekula serta kerangka
tubuhnya terbuat dari bahan khusus spongin. Berbentuk seperti batu kerang dan mengeras dalam tempat yang dangkal
atau bagian air laut yang dalam.
Ciri-ciri
: Mempunyai kerangka tubuh yang tersusun atas berbagai bentuk spicula dan
kadang-kadang juga sponging, bentuk bersemak-semakdengan cabang yang panjang. Hidupnya
berkoloni di air yang dalam.warnanya merah cerah. Hewan ini memiliki tubuh
lunak dan lembek, bercabang seperti ranting, di dalam air berkembang dan bertambah panjang hingga 15 cm, tidak mempunyai rangka, walaupun ada yang
mempunyai rangka, rangka itu hanya terdiri dari serabut-serabut spongin dengan
spikula dari kersik, serta memiliki
sistem saluran yang rumit. Pada
pengamatan terhadap anggota phylum Porifera yaitu Microciona sp. yang mempunyai banyak pori-pori yang mana bentuknya
seperti tanduk.
2. Euspongia molissima
Klasifikasi
Kingdom : Animalia
Phylum : Porifera
Class : Demospongia
Ordo : Keratosa
Familia : Euspongiadae
Genus
: Euspongia
Species : Euspongia molissima
Sumber : Hegner. 1968
Biasanya dikenal dengan spon mandi. Sponnya berwarna hitam dan
berbentuk besar. Jenis hewan ini tidak memiliki bentuk tetap serta mempunyai
oskula pasa setiap permukaan tubuhnya. Euspongia
mollisima adalah
jenis spesies dari phylum Porifera yang bertulang lunak dan tidak memiliki
spikula. Kebanyakan spesies ini hidup di laut pada kedalaman tertentu yang
masih dapat ditembus cahaya.
Habitatnya
biasanya di laut dan warnanya juga bermacam-macam, misalnya ada yang kelabu,
merah, biru, hitam, putih dan lain-lain,
serta biasanya hidup di daerah tropis dan subtropis Porifera bersifat
holozoik dan safrozoik. Makanannya berupa mikroorganisme, bahan-bahan organik
atau sisa-sisa organisme yang telah mati.
Ciri-ciri : mempunyai
spongia yang lebih kasar, tidak berspekula kerangka tubuhnya khusus terbentuk
dari bahan spongin. Merupakan binatang sponsa yang dipakai untuk
alat penggosok pada waktu mandi. Dari hasil pengamatan terhadap anggota phylum
Porifera, Porifera
merupakan hewan berpori karena memiliki lubang-lubang kecil, yang mana tubuhnya
tersusun atas banyak sel.
3. Hippospongia sp
Klasifikasi
Kingdom :
Animalia
Phylum :
Porifera
Classis : Demospongiae
Ordo : Keratosa
Familia :
Hippospongiadae
Genus : Hippospongia
Spesies : Hippospongia sp
Sumber : Hegner. 1968
Berbentuk
bulat seperti lempeng, berwarna orange. Kerangka tubuhnya dari sponging. Hewan ini biasa hidup di lautan tropis dan
subtropis dengan kedalaman antara 10-15 m dengan cara menempelkan diri di dasar
laut, mempunyai spong bertanduk. Memiliki kerangka tubuh khusus yang tidak
memiliki spikula. Bentuk mortologi berpori dengan serat yang agak kasar.
Kerangka tubuh khusus hewan ini terbentuk dari bahan spongin, ditutupi oleh
membran tipis yang gelap yang memiliki banyak ruang berflagel. Skeleton terdiri dari serabut spongin, jaringan tidak
teratur tanpa spikula. Saluran air tipe leukon dimana air dari ostium masuk
melalui saluran menuju ke rongga-rongga yang di batasi koanosit. Dari rongga
ini air melalui berbagai saluran lagi menuju ke spongocol dan akhirnya keluar
menuju oskolom.
B. Coelenterata
Coelentarata
memiliki ciri-ciri khusus yaitu tubuh radial simetris yang berbentuk silindris,
globular maupun spherikal. Bersifat
diploblastik, karena tubuh tersusun atas dua lapisan yaitu ektodermis dan
endodermis. Diantara dua lapisan ini terdapat lapisan yang disebut mesoglea.
Hampir semua hidup di laut dan hanya beberapa saja yang hidup di air tawar.
Rongga besar ditengah-tengah tubuhnya disebut gastrovaskuler yang berfungsi
sebagai usus, mulut dan anus. Memiliki dua macam bentuk yaitu bentuk medusa
(coelenterata yang hidup bebas) dan bentuk polip ( Coelenterata yang hidup
menempel pada dasar dan tidak dapat berpindah tempat). Tidak memiliki alat
respirasi khusus dan pertukaran udara dilakukan secara difusi. Perkembangbiakan
secara vegetatif dan generatif yang berlangsung secara bergiliran
(metagenesis). Secara vegetatif dengan membentuk tunas dan polip. Sedangkan
secara generatif dengan menghasilkan ovum dan spermatozoid yang dihasilkannya
dalam bentuk medusa. Coelentrata yang di amati saat praktikum adalah :
1. Astraea
sp
Klasifikasi
Kingdom : Animalia
Phylum :
Coelenterata
Classis :
Anthozoa
Sub class :
Hexacorallia
Ordo : Madreporaria
Familia : Astraeadae
Genus : Astraea
Spesies :
Astraea sp
Sumber : Hegner. 1968
Pada pengamatan didapat
bagian-bagian Astraea sp. yaitu,
rongga tubuh, epidermis, dan skeleton. Hewan ini termasuk bentuk karang, tersusun atas zat kapur sehingga
tubuhnya tampak keras. Tentakel pada tubuhnya sebagai alat untuk
bergerak. Umumya hidup di perairan hangat dengan berkoloni yang dibentuk oleh
tunas. Tubuhnya mempunyai permukaan berongga yang agak besar dengan garis-garis
yang terlihat seperti bintang. Warna tubuhnya yaitu putih kekuningan.
Astrea memiliki skeleton yang
berbentuk piala berfungsi untuk membuat kalsium karbonat dan disimpan dibagian
ectoderm sebagai pelapis pendukung dibagiannya. Berpolip kecil dengan tentankl
yang biasanya terdiri dari 6 buah. Mempunyai ekskleton kompak berbadan batu
kapur.
2.
Madrepora sp
Klasifikasi
Kingdom : Animalia
Phylum : Coelenterata
Classis : Anthozoa
Sub class :
Zoantharia
Ordo : Madreporaria
Familia : Madreporadae
Genus : Madrepora
Spesies : Madrepora
sp
Sumber : Hegner. 1968
Pada
pengamatan didapat bagian-bagian Madrepora sp yaitu, rongga tubuh, epidermis, dan tentakel. Hewan ini termasuk bentuk
karang, tersusun atas zat kapur sehingga tubuhnya tampak keras dan kerangka
tubuhnya terbentuk dari ectoderm. Spesies yang satu ini
dikenal sebagai karang terompet yang bisa ditemukan di air laut, Warna tubuhnya putih abu-abu
dengan permukaan agak kasar. Tentakel pada tubuhnya sebagai alat untuk
bergerak. Umumya hidup di tempat yang
dangkal dengan berkoloni.
3. Euplexaura
anthipathes
Klasifikasi
Kingdom : Animalia
Phylum : Coelenterata
Classis : Anthozoa
Sub class : Zoantharia
Ordo : Antipathidea
Familia : Euflexadae
Genus : Euplexaura
Spesies : Euplexaura antipathies
Sumber : Hegner. 1968
Pada
pengamatan didapat bagian-bagian Euplexaura antipathiesI yaitu,
batang, epidermis, dan tentakel. Di Indonesia Euplexaura anthipathes dikenal dengan
akar bahar atau bisa juga dengan karang hitam, dia hidup di laut dengan
menempel pada substrat tertentu, misal pada batu. Akar bahar merupakan coelenterata
yang berbentuk seperti tanaman dengan batang bercabang-cabang yang tersusun
atas zat tanduk dengan polip kecil yang terdapat di laut.
Kalau sekilas kita melihat Coelenterata
jenis ini mirip seperti pohon yang ujungnya mempunyai cabang-cabang dari batang
dengan dasar yang menempel. Batang dari akar bahar akan bertambah panjang pada bagian
ujungnya terus ke atas. Warna dari batangnya berwarna hitam dan coklat tua pada
bagian bawahnya. Akar bahar dapat dimanfaatkan sebagai bahan-bahan
obat-obatan, karena batangnya
tampak keras karena terdiri atas kayu dengan zat kapur, dan rangka akar bahar
tersusun atas zat tanduk.
4. Acropora sp
Klasifikasi
Kingdom : Animalia
Phylum : Coelenterata
Classis : Anthozoa
Sub class :
Zoantharia
Ordo : Madreporaria
Familia : Acroporadae
Genus : Acropora
Spesies : Acropora sp
Sumber : Hegner. 1968
Pada
pengamatan didapat bagian-bagian Acropora sp yaitu, rongga
tubuh, tentakel, dan epidermis. Hewan ini termasuk bentuk karang, tersusun atas zat kapur sehingga
tubuhnya tampak keras dan berwarna putih kekuning-kuningan dengan permukaan
yang kasar, serta bentuk tubuh yang silindris. Acropora
sp juga merupakan tumbuhan yang hidup di air laut, bentuknya seperti
tumbuhan yang bercabang, menempelnya
juga pada batu yang terdapat di laut. Tentakel pada tubuhnya sebagai alat untuk bergerak. Umumya hidup di
perairan hangat dan di tempat yang dangkal
dengan berkoloni.
5. Fungia
elegant
Klasifikasi
Kingdom :
Animalia
Phylum :
Coelentrata
Class : Anthozoa
Ordo : Madreporia
Familia :
Fungiadae
Genus : Fungia
Spesies : Fungia elegant
Sumber : Hegner. 1968
Pada
pengamatan didapat bagian-bagian Fungia elegant yaitu, rongga tubuh, epidermis, dan lapisan kulit
berbentuk jamur. Fungia biasanya dikenal dengan nama karang hitam (
mushroom-coral) dan berukuran besar. Hidup berkoloni dengan cara gemmatio ke samping,
sehingga terjadi bentuk sebagai pohon yang banyak memiliki zooid yang
berpangkal pada satu caenosarc.
Kadang-kadang
gemmae terjadi pengumpulan sehingga dibentuk koloni padat. Setelah dewasa
berbentuk polip dengan memiliki banyak tentakel. Pada fungia terdapat banyak
septa dan berhubungan bersama-sama dengan synaptocula. Fungia elegant ini tidak mempunyai Siphonogliph, dan otot lemahnya.
Fungia umumnya
bersifat multiseluller, diploblastik dan acelomata. Hidup di air laut yang
mempunyai suhu cukup hangat dan hidup menyendiri di dasar laut. Tubuhnya
berongga yang bergerigi-gerigi memanjang pada seluruh tubuhnya.
6. Favia sp
Klasifikasi dari
Hegner. 1968
Kingdom :
Animalia
Phylum :
Coelenterata
Classis :
Anthozoa
Ordo :
Madreporaria
Familia :
Faviadae
Genus :
Favia
Spesies : Favia sp
Sumber :
Hegner. 1968
Pada pengamatan didapat
bagian-bagian Favia sp. yaitu, rongga tubuh, epidermis, dan
ektoderm. Tubuhnya berupa polip kecil, eksoskeleton kompak berbadan batu kapur
dan habitatnya diair laut. Favia sp
memiliki karakter yang hampir sama dengan fungia tetapi bentuk dan rongganya
lebih kecil. Rongga yang dimiliki berbentuk seperti bintang. Organisme ini
hidup berkoloni di air laut dan membantuk batuan coral . jenis ini juga
memiliki bagian skeleton yang dapat membentuk kalsium karbonat pada skeleton.
Organisme ini memiliki bagian yang lebih kurang hampir sama seperti astraea.
7. Goniastrea pectinata
Klasifikasi dari Hegner. 1968
Kingdom : Animalia
Phylum : Coelenterata
Classis : Anthozoa
Ordo : Gorgonacea
Familia : Goniastreadae
Genus : Goniastraea
Spesies : Goniastraea pectinata
Sumber : Hegner. 1968
Pada pengamatan didapat
bagian-bagian Goniastrea pectinata yaitu,
epidermis, pori-pori, dan skeleton. Goniastraea pectinata memiliki banyak celah dan membentuknya seperti
batu. Habitatnya di dasar laut serta tidak memiliki spikula dan saluran
pencernaan. Rangka tbuh hewan ini terbuat dari sponging. Hidupnya di laut. Bentuknya bulat seperti goa di dalamnya.
VI. KESIMPULAN
Berdasarkan hasil pengamatan, maka dapat
disimpulkan :
1. Spesies-spesies yang dapat diamati pada anggota porifera
ini adalah Microciona sp, Euspongia molissima, dan Hippospongia sp.
2. Phylum porifera memiliki bentuk yang
memiliki bentuk tubuh yang bervariasi dengan tipe yang didasarkan atas bahan
pembentuk tubuh yaitu porifera lunak, porifera silikat dan porifera kapur.
3. Ciri utama Phylum porifera adalah tubuhnya
bayak pori. Bentuknya seperti bunga, bola dan bercabang-cabang. Porifera belum
memiliki organ. Porifera juga memiliki spikula yang tersusun atas zat kapur dan
bahan silikat. Umumnya habitatnya
berada di dasar laut.
4. Spesies-Spesies coelenterata yang diamati adalah Goniastrea pectinat, Favia
sp, Fungia elegant, Acropora
sp, Euplexaura anthipathes, Madrepora sp dan Astraea sp.
6. Coelenterata merupakan
hewan multiseluler, tubuh radial
simetris dan diplobalastik, Aselomata dan bertentakel.
7. Dari pengamatan, anggota filum coelenterata
hidup di air laut dengan cara berkoloni dan soliter. Tubuhnya
keras karena tersusun dari zat kapur.
VII. DAFTAR
PUSTAKA
Anonim.a.2014 dokumentasi pribadi. Microciona sp
( Diakses pada tanggal 06 Maret 2014)
Anonim.b.2014.http://www.mbl.edu/marine_org/images/animals/images/
microciona.3.jpg (Diakses
pada tanggal 06 Maret 2014)
Anonim.c.2014.dokumentasi pribadi. Euspongia molissima
(Diakses
pada tanggal 06 Meret 2014)
Anonim.d.2014.http://www.ut.ee/BGZM/pildid/pildid2/kasn.jp
(Diakses pada tanggal 06 Maret 2014)
Anonim.e.2014. dokumentasi pribadi. Hippospongia sp
(Diakses pada tanggal 06 Maret
2014)
Anonim. f. 2014.http://www.flickr.com/photos/sweecheng/251334244/
(Diakses
pada tanggal 06 Maret 2014)
Anonim.g.2014 dokumentasi pribadi. Astraea sp (Diakses pada tanggal
06 Maret 2014)
Anonim.h.2014.http://3.bp.blogspot.com/-1J5Lz4_KPIY/T6zHr_0akXI/ AAA AAAAAAU8/YVircG18cLU/s1600/sepang.png
(Diakses pada tanggal 06 Maret 2014)
Anonim.i.2014.dokumentasi pribadi. Madrepora sp
(Diakses pada
tanggal 06 Meret 2014)
Anonim.j.2014.http://www.ut.ee/BGZM/pildid/pildid2/kasn.jpg
(Diakses pada tanggal 06 Maret
2014)
Anonim.k.2014. dokumentasi pribadi. Euplexaura
anthipathes
(Diakses pada tanggal 06 Maret 2014)
Anonim. l. 2014.http://web.fscj.edu/David.Byres/redbeard/micro1.jpg
(Diakses
pada tanggal 06 Maret 2014)
Anonim.m.2014 dokumentasi pribadi. Acropora sp
(Diakses pada tanggal 06 Maret 2014)
Anonim.n.2014.http://www.mbl.edu/marine_org/images/animals/images/
microciona.3.jpg (Diakses pada tanggal 06 Maret 2014)
Anonim.o.2014.dokumentasi pribadi. Fungia
elegant (Diakses pada
tanggal 06 Meret 2014)
Anonim.p.2014.http://www.ut.ee/BGZM/pildid/pildid2/kasn.jpg
(Diakses pada tanggal 06 Maret 2014)
Anonim.q.2014. dokumentasi pribadi. Favia sp.
(Diakses pada tanggal 06 Maret 2014)
Anonim.r.2014. /http://pascabiologi1987.files.wordpress.com/2011/03/ 1.jpg (Diakses
pada tanggal 06 Maret 2014)
Anonim. s. 2014. dokumentasi pribadi. Goniastrea
pectinata
(Diakses
pada tanggal 06 Maret 2014)
Anonim. t. 2014.http://www.flickr.com/photos/sweecheng/251334244/
(Diakses pada tanggal 06 Maret 2014)
Bunda Halang, Mahrudin dan Dharmono. 2013. Penuntun Praktikum Zoologi
Invertebrata. Banjarmasin:
FKIP UNLAM Banjarmasin
Jasin,
Maskoeri, 1987. Sistematika Hewan
Invertebrata dan Vertebrata. Sinar
Wijaya. Surabaya.
Verma,PS.
2002. A Manual Of Practical Zoologi
Invertebrata. Schand dan
Company LTD. New Delhi.













