Jumat, 13 Juni 2014

uji karbohidrat 1

PRAKTIKUM I.1

Topik               : Uji Karbohidrat 1
Tujuan              : Untuk mengetahui apakah dalam suatu senyawa / larutan
                           mengandung glukosa.
Hari/ Tanggal  : Jumat/ 28 Febuari 2014
Tempat            : Laboratorium Biologi PMIPA FKIP UNLAM Banjarmasin
I.       ALAT DAN BAHAN
a. Alat :
1.              Tabung reaksi
2.              Rak tabung reaksi
3.              Water bath
4.              Gelas kimia 1000 ml
5.              Gelas ukur 40 ml
6.              Pipet tetes
7.              Kertas saring

b. Bahan :
1.    Fehling A dan B
2.    Aquadest
3.    Larutan glukosa
4.    Bermacam larutan sari buah (jeruk, jambu biji, semangka, pepaya, Pisang, nanas)

II.      CARA KERJA
1.    Memanaskan water bath yang telah diisi air
2.    Mengencerkan sari buah dengan perbandingan 1 sari buah: 4 aquadest dan memasukan larutan tersebut ke dalam tabung reaksi (A)
3.    Mengambil 4ml larutan glikosa dan memasukan kedalam tabung reaksi (B)
4.    Menambahkan ke dalam tabung (A) dan (B) larutan Fehling A dan Fehling B dengan jumlah yang sama, yaitu 6 tetes.
5.    Memasukan semua tabung raksi di atas ke dalam water bath yang telah dipanaskan.
6.    Mengamati perubahan yang terjadi pada saat air mendidih selama 5menit dan menidnginkannya.

III.    TEORI DASAR
Sebagian besar zat-zat organik adalah golongan karbohidrat. Bila dilihat dari strukturnya, karbohidrat merupakan derivat (turunan) dari aldehid atau keton dari alkohol polihidris atau senyawa turunannya sebagai hasil dari hidrolisis, contoh pati dan gula yang terdapat pada tumbuhan.
Pektin, selulosa, dan hemiselulosa merupakan bahan baku pembentuk organ tumbuhan. Disamping itu amilum, pati, sukrosa, dan fruktosa juga berasal dari tumbuhan, yang diperoleh dari hasil fotosintesis.
Karbohidrat merupakan sumber energi utama bagi organisme hidup. Manusia menggunakan zat pati sebagai nutrien utama. Zat pati yang terdapat dalam beras, jagung, gandum, singkong, ubi, sagu dan lain-lain merupakan polimer dari glukosa yang disentis oleh tumbuh-tumbuhan sebagai cadangan energi / makanan bagi tumbuh-tumbuhan tersebut.
Pada hewan dan manusia, karbohidrat disimpan dalam bentuk glikogen, terutama di hati (2 – 8 %) dan otot (0,5 – 1 %). Glikogen hati terutama berguna untuk mempertahankan kadar glukosa darah normal (70 – 90 mg/100 ml darah), sedangkan glikogen otot bertindak sebagai penyedia energi untuk keperluan kontraksi. Pada tahap reaksi persiapan, yaitu pada tahap pencernaan, karbohidrat dipecah-pecah menjadi monomer-monomernya separti glukosa, fruktosa, galaktosa, manosa, dan sebagainya.
Katabolisme karbohidrat. Dalam hal ini glukosa, terdapat beberapa tipe jalur penambatan yang antara lain jalur glikolisis atau Embden Meyerhof – Parnas Pathway (EMP), Entne – Duodorff – Pathway (ED) dan Hexosa Mono phospat Pathway (HMP). Oksidasi selanjutnya senyawa antara umum yang dihasilkan dari  jalur di atas memasuki daur Krebs (daur asam trikarboksilat) dan rantai respirasi yang berlangsung dengan fosforilasi oksidatif untuk menghasilkan ATP yang lebih banyak. Proses metabolisme yang berlangsung pada tiap organisme, bergantung pada aktivitas sistem enzim yang dimiliki oleh organisme tersebut.
Jalur-jalur EMP, ED, HMP berlangsung dalam keadaan anaerob. Sedangkan proses selanjutnya, yaitu siklus asam trikarboksilat (TCA atau daur Krebs) dan rantai respirasi terjadi dalam keadaan aerob.
Glukosa digunakan baik oleh organisme anaerob maupun aerob. Pada tahap-tahap awal jalur katabolisme untuk kedua tipe organisme itu mirip satu sama lain. Organisme anaerob memecah glukosa  menjadi senyawa yang lebih sederhana yang dapat mengalami metabolisme lebih lanjut tanpa bantuan oksigen. Sedangkan organisme aerob selain memiliki perangkat enzim yang dimiliki oleh organisme anaerob, yang mempunyai kemampuan lebih yang dapat memecah senyawa sederhana menjadi CO2 dan H2O dengan bantuan enzim. Karena pemecahannya lebih sempurna, maka energi yang dihasilkan pun lebih banyak daripada yang dihasilkan oleh organisme anaerob.













IV.    HASIL PENGAMATAN
A. Tabel hasil pengamatan
1. Sebelum ditetesi fehling A dan B
No.
Bahan + Pereaksi
Keadaan warna
Terdapat endapan
1.
Glukosa + Fehling A & B
Putih bening
Tidak ada
2.
Jeruk + Fehling A & B
Merah
Tidak ada
3.
Jambu biji+ Fehling A & B
Merah muda
Tidak ada
4.
Nanas + Fehling A & B
Kuning
Tidak ada
5.
Semangka+ Fehling A & B
Merah
Tidak ada
6.
Pepaya + Fehling A & B
Jingga
Tidak ada
7.
Pisang + Fehling A & B
Kuning
Tidak ada

2. Sebelum dipanaskan
No.
Bahan + Pereaksi
Keadaan warna
Terdapat endapan
1.
Glukosa + Fehling A & B
Hijau muda
Tidak ada
2.
Jeruk + Fehling A & B
Hijau
Tidak ada
3.
Jambu biji+ Fehling A & B
Hijau keabu- abuan
Tidak ada
4.
Nanas + Fehling A & B
Hijau kebiru- biruan
Tidak ada
5.
Semangka+ Fehling A & B
Kuning keabu- abuan
Tidak ada
6.
Pepaya + Fehling A & B
Hijau kekuningan
Tidak ada
7.
Pisang + Fehling A & B
Biru ke abu-abuan
Ada




3. Sesudah dipanaskan
No.
Bahan + Pereaksi
Keadaan warna
Terdapat endapan
1.
Glukosa + Fehling A & B
Jingga kecokelatan
Sedikit
2.
Jeruk + Fehling A & B
Kuning
Tidak ada
3.
Jambu biji+ Fehling A & B
Jingga
Endapan di atas
4.
Nanas + Fehling A & B
Kuning tua
Tidak ada
5.
Semangka+ Fehling A & B
Jingga kecoklat-coklatan
Tidak ada
6.
Pepaya + Fehling A & B
Jingga kekuningan
Ada, lebih banyak dari glikosa
7.
Pisang + Fehling A & B
Kuning kecokelatan
Endapan paling banyak

Urutan larutan yang banyak mengandung glukosa :
1. Ekstrak buah semangka
 2. Glukosa
3. Ekstrak buah jambu
4. Ekstrak buah pepaya
4. Ekstrak buah nanas
5. Ekstrak buah jeruk
6. Ekstrak buah nanas
7. Ekstrak buah pisang






          B. Foto Hasil Pengamatan
Rounded Rectangle:  1. Sebelum dipanaskan








                                    Dokumentasi Pribadi.2014
a. Ekstrak Buah Pisang
Text Box: Pisang + Fehling A & B. Keadaan warna Kuning keabu- abuan, tidak ada endapan

20140228_084520.jpg
b. Ekstrak Buah Jeruk
Text Box: Jeruk + Fehling A & B. Keadaan warna hijau, tidak ada endapan

20140228_084545.jpg

c. Glukosa
Text Box: Glukosa + Fehling A & B. Keadaan warna hijau muda, tidak ada endapan

20140228_084601.jpg
d. Ekstrak Buah Nanas
Text Box: Nanas + Fehling A & B. Keadaan warna hijau kebiru- biruan, tidak ada endapan

20140228_084613.jpg
e. Ekstrak buah Jambu
Text Box: Jambu + Fehling A & B. Keadaan warna hijau keabu- abuan, tidak ada endapan

20140228_084701.jpg


f. Ekstrak Buah Semangka                 
Text Box: Semangka + Fehling A & B. Keadaan warna kuning keabu- abuan, tidak ada endapan

20140228_084721.jpg
g. Ekstrak Buah Pepaya
Text Box: pepaya + Fehling A & B. Keadaan warna hijau kekuningan, tidak ada endapan

20140228_084742.jpg

B. Sesudah Dipanaskan
Rounded Rectangle:
 












                                           Dokomen pribadi.2014
            1. Ekstrak Buah Pisang
Text Box: Pisang + Fehling A & B. Keadaan warna kuning kecoklat- coklatan, terdapat banyak endapan

20140228_091152.jpg
2. Ekstrak Buah Semangka
Text Box: Semangka + Fehling A & B. Keadaan warna jingga kecoklatan, tidak ada endapan

20140228_091536.jpg 
c. Glukosa
Text Box: Glukosa + Fehling A & B. Keadaan warna jingga, terdapat sedikit endapan

20140228_091608.jpg 
d. Ekstrak Buah Jambu
Text Box: Jambu + Fehling A & B. Keadaan warna jingga, terdpat endapan diatas

20140228_091641.jpg
e. Ekstrak Buah Pepaya
Text Box: pepaya + Fehling A & B. Keadaan warna jingga kekuning- kuningan, ada endapan lebih banyak dari glukosa

20140228_091653.jpg
f. Ekstrak Buah Nanas
Text Box: Nanas + Fehling A & B. Keadaan warna kuning tua, tidak ada endapan

20140228_091705.jpg
g. Ekstrak Buah Jruk
Text Box: Jeruk + Fehling A & B. Keadaan warna hijau, tidak ada endapan

20140228_091715.jpg

V. ANALISA DATA
A. Larutan Glukosa
       Glukosa merupakan golongan karbohidrat monosakarida dengan rumus senyawanya C6H10O6. Golongan karbohidrat monosakarida diketahui merupakan golongan paling sederhana karena tidak dapat dihidrolisis lagi dan langsung dipakai atau dimanfaatkan untuk aktivitas sel. Pada percobaan dengan menggunakan larutan glukosa sebanyak 4 ml yang ditetesi Fehling A+B sebanyak 6 tetes kemudian dikocok untuk menghomogenkan larutan glukosa dengan pereaksi. Fehling A dan fehling B yaitu indikator yang digunakan untuk menguji dan mengetahui ada atau tidak kandungan karbohidrat dan glukosa pada suatu bahan makanan yang ingin diuji kadar kandungan gkukosa pada suatu bahan makanan yang di uji. Kadar glokosa yang dihasilkan dapat terlihat dari warna yang di hasilkan. Apabila warna yang dihasilkan merah bata berarti kadar kandungan glukosa pada makanan tinggi.
Sebelum ditetesi fehling A dan B larutan glukosa berwarna putih bening dan setelah larutan ditetesi dan dihomogenkan maka tejadi perubahan warna yaitu menjadi hijau muda dan tidak memiliki endapan. Kemudian larutan dimasukkan kedalam waterbath selama waktu 5 menit dan kembaali terjadi perubahan warna pada larutan glokosa menjadi jingga kecoklatan dan sedikit endapan.
   Percobaan diatas membuktikan bahwa larutan glukosa mengandung karbohidrat. Hal tersebut dikarenakan setelah mengalami pemanasan warna glukosa berubah menjadi jingga kecoklatan, sehingga dapat diketahui bahwa larutan glukosa memiliki kadar glukosa yang tinggi. Akan tetapi pada percobaan ini, larutan glukosa hanya menempati urutan kedua yang tinggi kadar karbohidratnya, sedangkan kadar karbohidrat dan glukosa yang paling tinggi terdapat pada ekstrak buah semangka. Hal ini, tidak sesuai dengan literature karena disebabkan beberapa faktor. Salah satu faktor yang menyebabkan ha tersebut adalah perbedaan jumlah fehlng A dan Fehling B ketik meneteskan pada larutan glokosa dan larutan ekstrak buah semangka.

B.    Ekstrak Sari Buah +  Aquades + Fehling A dan Fehling B.
   Pada percobaan ekstrak sari buah yaitu jeruk, jambu biji, semangka, nenas, papaya, dan pisang setelah ditetesi 6 tetes fehling A dan Fehling  B dengan perlakuan yang sama maka terjadi perubahan warna terlihat pada tabel pengamatan dan gambar pengamatan yang ada. Hal itu dapat diidentifikasikan bahwa semua ekstrak buah tersebut mengandung kadar glukosa yang berbeda-beda.
Uji karbohidrat yang menggunakan bermacam-macam sari buah, maka didapatkan hasil dari warna yang paling tua ke warna yang paling muda yaitu:
1.        Larutan ekstrak buah Semangka + Aquades + Fehling A dan Fehling B sebelum ditetesi berwarna merah, setelah dipanaskan berwarna kuning keabu- abuan  dan tidak memiliki endapan, dan setelah dipanaskan berwarna jingga kecoklatan dan tetap tidak memiliki endapan.
2.        Larutan ekstrak buah jambu biji + Aquadest + Fehling A dan fehling B sebelum ditetesi berwarnamerah muda,  sebelum dipanaskan berwarna,  hijau keabu-abuan dan tidak memiliki endapan, setelah dipanaskan berubah warna menjadi jingga dan banyak terdapat endapan di bagian atas.
3.        Larutan ekstrak buah papaya + Aquadest + Fehling A dan Fehling B sebelum ditetesi berwarna jingga, sebelum dipanaskan berwarna hijau kekuningan dan tidak terdapat endapan , setelah dipanaskan berubah menjadi jingga kekuningan dan terdapat endapan di bagian bawahnya serta jumlah endapannya lebih banyak jika dibandingkan dengan larutan glukosa.
4.        Larutan ekstrak buah nanas + Aquadest + Fehling A dan Fehling B sebelum ditetesi berwarna kuning,  sebelum dipanaskan berwarna hijau kebiruan dan tidak terdapat endapan, setelah dipanaskan berubah menjadi kuning tua dan tetap tidak terdapat endapan.
5.        Larutan ekstrak buah jeruk + Aquadest + Fehling A dan Fehling B sebelum ditetesi berwarna kuning, sebelum dipanaskna berwarna hijau kekuningan dan tidak terdapat endapan , setelah dipanaskan berubah menjadi kuningdan tetap tidak terdapat endapan.
6.        Larutan ekstrak buahpisang  + Aquadest + Fehling A dan Fehling B sebelum ditetesi berwarnaputih kecoklatan , sebelum dipanaskan berwarna biru keabu-abuan, setelah dipanaskan berubah menjadi kuning kecoklatan dan banyak terdapat endapan.
Berdasarkan data hasil pengamatan dapat dilihat warna yang dihasilkan membuktikan bahwa ekstrak buah tersebut mengandung glukosa. Hal ini menunjukkan bahwa keenam ekstrak sari buah tersebut mengandung karbohidrat karena terbukti mengandung glukosa setelah ditetesi Fehling A dan Fehling B serta dipanaskan di dalam waterbath . Namun, tingkat kadar glukosanya berbeda-beda antara satu dengan yang lainnya. Hal tersebut ditunjukan oleh perbedaan warna antara satu larutan ekstrak sari buah dengan yang lainnya sehingga menunjukan kandungan karbohidrat yang berbeda pada masing-masing buah. Semakin tua warna jingga pada ekstrak buah maka semakin tinggi pula kandungan karbohidratnya dan sebaliknya, semakin muda warna jingga pada ekstrak sari buah maka semakin sedikit kandungan karbohidrat pada buah tersebut.
Menurut literature buku Dasar-Dasar Biokimia kartya Anna Poedjiadi dan  F.M. Titin Supriyanti, urutan kandungan karbohidrat ekstrak sari buah dari yang paling tinggi sampai paling rendah yaitu pisang (23,0 gram), nanas (13,7 gram), jambu biji (12,2 gram), papaya (12,2 gram), jeruk (11,2 gram) dan yang terakhir semangka (6,9 gram). Hal tersebut berarti antara hasil praktikum dengan literature tidak sesuai. Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa terjadi kesalahan atau human eror ketika praktikum dilakukan. Salah satu penyebab terjadi perbedaan antara hasil pengamatan dan literature dikarenakan terjadi perbeddaan ketika meneteskan Fehling A dan Fehling B kedalam larutan. Selain itu juga disebabkan faktor yang lainnya seperti ketika proses pembuatan dan penyaringan ekstrak buah sehingga mempengaruhi hasil pengamatan.

















VI. KESIMPULAN
Setelah melakukan pengamatan dan membuat analisis data, maka dapat disimpulkan bahwa :
1.      Dalam percobaan yang dilakukan diketahui bahwa pada masing-masing ekstrak buah terdapat glukosa yang dihasilkan dari perubahan warnanya yang menuju ke arah jingga kecoklatan.
2.      Kandungan karbohidrat dapat diketahui dengan melihat warna larutan. Warna yang dihasilkan merah bata atau mendekati warna tersebut, maka memiliki kandungan karbohidrat yang paling tinggi.
3.      Karbohidrat merupakan sumber energi utama bagi organisme hidup. Glukosa merupakan golongan karbohidrat monosakarida dengan rumus senyawanya C6H10O6.
4.      Menurut literature, pada percobaan ini glukosa merupakan karbohidrat paling tinggi. Akan tetapi, pada percobaan kali ini jika melihat dari warna larutan maka ekstrak buah semangka lah yang paling tinggi. Hal tersebut terjadi dikarenakan beberapa faktor salah satunya perbedaan jumlah Fehling A dan fehling B ketika meneteskan pada larytan ekstrak buah semangka dan larutan glukosa.
5.      Pengurutan warna dari tua ke muda dalam hasil pengamatan yaitu sari buah semangka, sari buah jambu biji, sari buah pepaya, sari buah nanas, sari buahjeruk dan yang terakhir sari buah pisang.










VII. DAFTAR PUSTAKA
Arbianto, Purwo. 1993. Biokimia Konsep-konsep Dasar. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia.

Hardiansyah dan Noorhidayati. 2014. Penuntun Praktikum Biokimia. Banjarmasin: PMIPA FKIP UNLAM.

Poedjiadi, Anna & F.M Titin Supriyanti. 2009. Dasar-dasar Biokimia. Jakarta: UI-Press.


Anonim.a.2014. http://www.google.com//karbohidrat.blogspot.com (Di akses pada tanggal 3 Maret 2014)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar