Jumat, 13 Juni 2014

Porifera dan Coelentrata


PRAKTIKUM II

Topik                        :  Porifera dan Coelenterata
Tujuan                      : 1. Mengenal morfologi dan tanda-tanda karakteristik anggota phylum Porifera
       2.   Mengenal anggota phylum Colenterata
                                 3. Mengenal morfologi dan tanda-tanda karakteristik phylum Coelenterata.
Hari, tanggal            :  Kamis, 06 Maret 2014
Tempat                     :  Laboratorium Biologi FKIP UNLAM Banjarmasin.
 

I.    ALAT DAN BAHAN
a.      Alat :
1.      Baki
2.      Alat tulis
b.      Bahan :
1. Awetan kering spesies porifera (Microciona sp, Euspongia sp , dan Hippospongea sp)
2.    Awetan kering spesies Coelenterata (Astraea sp, Madrepora sp,  Euplexaura anthipates, Acripora sp, Fungia elegant, Favia sp, dan Ganiastrea pertinauta).

II.   CARA KERJA
  1. Menyiapkan alat dan bahan
  2. Menggambar morfologi hewan porifera dan coelenterata
  3. Memberikan keterangan selengkapnya dan menuliskan sistematiknya.

III.   TEORI DASAR
A. Porifera
Porifera mewakili hewan-hewan primitif yang bersimetri radial atau asimetri dan menyimpang dari garis utama evolusi Metazoa, serta merupakan cabang evolusi yang disebut Parazoa. Hewan ini hidup di laut, beberapa di air tawar, tidak aktif, tidak bertangkai, memiliki banyak pori. Sistem pencernaan berlangsung secara intraseluler.
Tubuh porifera masih diorganisasi pada tingkat seluler, artinya tersusun atas sel-sel yang cenderung bekerja secara mandiri. Porifera mempunyai ciri-ciri khusus, yaitu : tubuh tidak dilengkapi dengan appendiks dan bagian yang dapat digerakkan  ; tubuhnya memiliki penyokong tubuh yang tersusun atas bentuk kristal dari spikula-spikula atau bahan serabut yang terbuat dari bahan organik. Bentuk tubuh sangat bervariasi, yaitu ada yang menyerupai kipas, jambangan bunga, batang, globural, genta, terompet dan lainnya.
Kalau ditinjau dari bahan pembentuk rangkanya dibagi menjadi 3 golongan, yaitu : porifera lunak, porifera kapur, dan porifera silikat. Porifera bersifat holozoik dan saprozoik.makana porifera berupa mikroorganisme (diatome, bakteri protozoa, dan lain-lain) serta bahan-bahan organik yang merupakan lapukan atau sisa-sisa tubuh organisme yang telah mati. Porifera berkembang biak secara seksual maupun secara nonseksual. Perkembangbiakan secara nonseksual dilakuakn dengan membentuk kuncup. Phylum porifera meliputi 10.000 species baik yang sudah menjadi fosil maupun yang masih hidup. Dari sekian species itu terbagi atas 1.400 genera (genera: jamak, genus : tunggal). Atas dasar bahan pembentuk kerangka tubuhnya serta tipe spikulanya Porifera digolongkan menjadi 3 kelas dan 12 ordo.
Pada porifera belum terbentuk jaringan tubuh, sel tubuhnya masi bertindak sendiri-sendiri dalam melakukan fungsinya sebagai salah satu anggota bagian tubuh yang turut bertanggung jawab terhadap hidup matinya individu tubuh tersebut. Porifera tidak dapat digolongkan pada kelompok metazoa tetapi tergolong pada kelompok mesozoa.
Dalam hal ini porifera juga belum mempunyai alat khusus yang digunakan untuk mengeluarkan zat-zat sampah yang merupakan sisa-sisa metabolisme. Dalam penelitian ternyata zat-zat sampah yang berupa butir-butir itu dikeluarkan dari daerah internal tubuhnya oleh sel-sel amoebocyt.

B. Coelenterata
Istilah Coelenterata diambil dari bahasa Yunani (Greek); coilos = rongga, enteron = usus. Gabungan istilah tersebut tidak diartikan sebagai hewan yang ususnya berongga, tetapi disebut hewan berongga. Istilah tersebut juga mengindikasikan bahwa hewan Coelenterata tidak memiliki rongga tubuh sebenarnya, melainkan hanya berupa rongga sentral yang disebut coelenteron. Rongga tersebut berfungsi sebagai rongga pencernaan dan sekaligus berfungsi sebagai pengedar sari makanan. Oleh karena itu rongga tersebut disebut sebagai rongga gastrovaskular.
1. Ciri-ciri umum :
Mempunyai bentuk tubuh polip dan medusa yang terbentuk dalam siklus hidupnya. Polip berbentuk tubular, sesil, dan medusa berbentuk seperti payung (bel) berenang-renang dalam air. Kebanyakan di air laut, beberapa di air tawar. Tubuh terdiri dari epidermis (lapisan luar) dan gastrodermis (lapisan dalam) diantara kedua lapisan ditemukan lapisan mesoglea.
2. Ciri-ciri khusus Coelenterata diantaranya :
1.    Tubuh radial simetris (silindris, globular atau spherikel).
2.    Dinding tubuh diplobastik (dua lapis jaringan; ektoderm/epidermis dan endoderm/gastrodermis) yang memiliki sel jelatang atau penyengat.
3.    Tubuh tidak beranus tetapi hanya bermulut yang dilengkapi dengan tentakel-tentakel di sekelilingnya.
4.    Sistem pencernaan makanan tidak komplit, hanya berupa rongga gastrovaskular.
5.    Belum memiliki alat pernafasan, sirkulasi maupun ekskresi yang khusus.
Coelenterata adalah golongan plankton yang bersifat carnivora. Mereka menangkap mangsanya dengan tentakel, dimana tangan-tangan tersebut dilengakapi dengan sel-sel penyengat yang dinamakan nematocyst. Sebenarnya medusae yang umum terdapat di lautan mempunyai ukuran yang besar, tetapi mereka tidak akan tertangkap oleh plankton net. Beberapa koloni Siphonophore kemungkinan juga akan dijumpai. Tubuh mereka terdiri dari gabungan beberapa individu ( zooid ) yang mungkin mempunyai fungsi yang berbeda satu sama lain. Misalnya yang satu berfungsi sebagai alat untuk makan, sedang yang lain berfungsi sebagai alat untuk berkembang biak.
Reproduksi Coelenterata ada 2 cara yaitu secara aseksual dan seksual. Reproduksi aseksual dilakukan dengan membentuk kuncup. Kuncup tumbuh di dekat kaki, semakin lama semakin besar, membentuk tentakel untyuk menangkap mangsanya. Tubuh anak ini akan melekat pada induknya, hingga induk membentuk kuncup yang lain. Demikianlah lama-kelamaan akan terbentuk koloni. Reproduksi seksual dilakukan dengan bertemunya sperma dan ovum. Sperma dihasilkan oleh testis dan ovum oleh ovarium.
Coelenterata meliputi berbagai macam hewan air, misalnya hewan tumbuhan (hewan yang nampakanya seperti tumbuhan), ubur-ubur, binatang karang, anemone laut, polip dan lain-lain.













IV.   HASIL PENGAMATAN
A. Porifera
1. Microciona sp
Text Box: Keterangan:
1. Pori-pori
2. Batang
3. EpidermisGambar








Text Box: Keterangan:
1. Pori-pori
2. Batang
3. EpidermisRounded Rectangle:  Foto Pengamatan















 








                                                                                               
                        Anonim.a.2014

Text Box: Keterangan:
1. Pori-pori
2. Batang
3. EpidermisRounded Rectangle:  Foto Literatur


                                                                                                 











 







                                                                                                

                                           Anonim.b.2014
2. Euspongia
Text Box: Keterangan:
1. Pori-pori
2. Skeleton
3. EpidermisGambar








Rounded Rectangle:
 

                                                                                                









                                          

Text Box: Keterangan:
1. Pori-pori
2. Skeleton
3. EpidermisRounded Rectangle:                     Foto Pengamatan



 

                                                                                                  


 









                                           Anonim.c.2014
                                          
                   Foto Literatur
Text Box: Keterangan:
1. Pori-pori
2. Skeleton
3. Epidermis














 










                                           Anonim.d.2014

3. Hippospongea sp
Text Box: Keterangan:
1. Pori-pori
2. Skeleton
3. EpidermisGambar








Rounded Rectangle:
 

                                                                                                









                                          

Text Box: Keterangan:
1. Pori-pori
2. Skeleton
3. EpidermisRounded Rectangle:                     Foto Pengamatan


                                                                                                  








 









                                           Anonim.e.2014
                                          
Text Box: Keterangan:
1. Pori-pori
2. Skeleton
3. Epidermis                   Foto Literatur










 










                                           Anonim.f.2014

B. Coelenterata
1. Astraea sp
Text Box: Keterangan:
1. Rongga Tubuh
2. Skeleton
3. EpidermisGambar


 

                                                                                                








                                          

Text Box: Keterangan:
1. Rongga Tubuh
2. Skeleton
3. EpidermisRounded Rectangle:                     Foto Pengamatan


                                                                                                  







 




                                           Anonim.g.2014
                                          
Text Box: Keterangan:
1. Rongga tubuh
2. Skeleton
3. Epidermis                   Foto Literatur








 












                                           Anonim.h.2014

2. Madrepora  molissima
Gambar
Text Box: Keterangan:
1. Rongga Tubuh
2. Tentakel
3. Epidermis








Rounded Rectangle:
                                                                                                









                                          

Rounded Rectangle:                     Foto Pengamatan
Text Box: Keterangan:
1. Rongga Tubuh
2. Tentakel
3. Epidermis

                                                                                                  










 







                                           Anonim.i.2014
                                          
Text Box: Keterangan:
1. Rongga Tubuh
2. Tentakel
3. Epidermis                   Foto Literatur










 










                                           Anonim.j.2014

              3. Euflexaura anthipathes
Gambar
Text Box: Keterangan:
1. Batang
2. Tentakel
3. Epidermis








Rounded Rectangle:
                                                                                                









                                          

Text Box: Keterangan:
1. Batang
2. Tentakel
3. EpidermisRounded Rectangle:                     Foto Pengamatan


                                                                                                  













 









                                           Anonim.k.2014
                                          
                   Foto Literatur
Text Box: Keterangan:
1. Batang
2. Tentakel
3. Epidermis















 









                                           Anonim.l.2014

4. Acropora sp
Text Box: Keterangan:
1. Batang
2. Tentakel
3. EpidermisGambar








Rounded Rectangle:
 

                                                                                                









                                          

Text Box: Keterangan:
1. Batang
2. Tentakel
3. EpidermisRounded Rectangle:                     Foto Pengamatan


                                                                                                  









 








                                           Anonim.m.2014
                                          
                   Foto Literatur
Text Box: Keterangan:
1. Batang
2. Tentakel
3. Epidermis











 











                                           Anonim.n.2014

5. Fungia elegant
Text Box: Keterangan:
1. Rongga tubuh
2. Epidermis
3. Lapisan kulit     berbentuk jamurGambar








Rounded Rectangle:
 

                                                                                                









                                          

Text Box: Keterangan:
1. Rongga tubuh
2. Epidermis
3. Lapisan kulit     berbentuk jamurRounded Rectangle:                     Foto Pengamatan


                                                                                                  


 









                                           Anonim.o.2014
                                          
Text Box: Keterangan:
1. Rongga tubuh
2. Epidermis
3. Lapisan kulit     berbentuk jamur                   Foto Literatur










 










                                           Anonim.p.2014

              6. Favia sp
Gambar
Text Box: Keterangan:
1. Rongga tubuh
2. Epidermis
3. Ektoderm








Rounded Rectangle:
                                                                                                









                                          

Rounded Rectangle:                     Foto Pengamatan
Text Box: Keterangan:
1. Rongga tubuh
2. Epidermis
3.  Ektoderm


 

                                                                                                  








 









                                           Anonim.q.2014
                                          
                   Foto Literatur
Text Box: Keterangan:
1. Rongga tubuh
2. Epidermis
3. Ektoderm









 










                                           Anonim.r.2014

7. Goniastrea pectinata
Gambar
Text Box: Keterangan:
1. Pori-pori
2. Epidermis
3. Skeleton








Rounded Rectangle:
                                                                                                









                                          

Text Box: Keterangan:
1. Pori-Pori
2. Epidermis
3. SkeletonRounded Rectangle:                     Foto Pengamatan



 

                                                                                                  








 









                                           Anonim.s.2014
                                          
                   Foto Literatur
Text Box: Keterangan:
1. Pori-pori
2. Epidermis
3. Skeleton














 










                                           Anonim.t.2014

V.   ANALISIS DATA
A. Porifera
                        Dari hasil pengamatan terhadap anggota phylum Porifera, porifera merupakan hewan berpori karena memiliki lubang-lubang kecil. Bila dibandingkan dengan protozoa, porifera merupakan hewan yang kompleks, hal ini dikarenakan tuguhnya yang tersusun atas banyak sel.
Porifera memiliki ciri khusus yaitu tubuh memiliki banyak pori yang merupakan awal dari sistem kanal (saluran air) yang mehubungkan daerah eksternal dengan internal. Tubuh tidak dilengkapi dengan apendiks dan bagian yang dapat digerakkan, belum memiliki saluran pencernaan makanan, dan memiliki penyokong tubuh yang tersusun atas bentuk kristal dari spikula-spikula.
                        Habitatnya biasanya di laut dan warnanya juga bermacam-macam , misalnya ada yang kelabu, merah, biru, hitam, putih  dan lain-lain. Porifera bersifat holozoik dan safrozoik. Makanannya berupa mikroorganisme, bahan-bahan organik atau sisa-sisa organisme yang telah mati. Porifera yang di amati saat praktikum adalah :
1. Microciona sp
            Klasifikasi
Kingdom : Animalia
Phylum            : Porifera
Class                : Demospongia
Subclass           : Monaxonida
Ordo                : Poecilesclerina
Famili              : Microcionadae
Genus              : Microciona
Spesies             : Microciona sp
Sumber            : Hegner. 1968
            Microciona termasuk koloni laut yang  banyak ditemukan  dilaut. Biasanya hidup di daerah tropis dan subtropis ,spongenya bertanduk dan tidak berspekula serta kerangka tubuhnya terbuat dari bahan khusus spongin. Berbentuk seperti batu kerang dan mengeras dalam tempat yang dangkal atau bagian air laut yang dalam.
            Ciri-ciri : Mempunyai kerangka tubuh yang tersusun atas berbagai bentuk spicula dan kadang-kadang juga sponging, bentuk bersemak-semakdengan cabang yang panjang. Hidupnya berkoloni di air yang dalam.warnanya merah cerah. Hewan ini memiliki tubuh lunak dan lembek, bercabang seperti ranting, di dalam air berkembang dan  bertambah panjang hingga 15 cm,  tidak mempunyai rangka, walaupun ada yang mempunyai rangka, rangka itu hanya terdiri dari serabut-serabut spongin dengan spikula dari kersik,  serta memiliki sistem saluran yang rumit.  Pada pengamatan terhadap anggota phylum Porifera yaitu Microciona sp. yang mempunyai banyak pori-pori yang mana bentuknya seperti tanduk.
2. Euspongia molissima
Klasifikasi
Kingdom         : Animalia
Phylum            : Porifera
Class                : Demospongia
Ordo                : Keratosa
Familia : Euspongiadae
Genus             : Euspongia
Species            : Euspongia molissima
Sumber            : Hegner. 1968
Biasanya dikenal dengan spon mandi. Sponnya berwarna hitam dan berbentuk besar. Jenis hewan ini tidak memiliki bentuk tetap serta mempunyai oskula pasa setiap permukaan tubuhnya. Euspongia mollisima adalah jenis spesies dari phylum Porifera yang bertulang lunak dan tidak memiliki spikula. Kebanyakan spesies ini hidup di laut pada kedalaman tertentu yang masih dapat ditembus cahaya.
Habitatnya biasanya di laut dan warnanya juga bermacam-macam, misalnya ada yang kelabu, merah, biru, hitam, putih  dan lain-lain, serta biasanya hidup di daerah tropis dan subtropis Porifera bersifat holozoik dan safrozoik. Makanannya berupa mikroorganisme, bahan-bahan organik atau sisa-sisa organisme yang telah mati.
Ciri-ciri : mempunyai spongia yang lebih kasar, tidak berspekula kerangka tubuhnya khusus terbentuk dari bahan spongin. Merupakan binatang sponsa yang dipakai untuk alat penggosok pada waktu mandi. Dari hasil pengamatan terhadap anggota phylum Porifera, Porifera merupakan hewan berpori karena memiliki lubang-lubang kecil, yang mana tubuhnya tersusun atas banyak sel.
3. Hippospongia sp
Klasifikasi
Kingdom         : Animalia
Phylum            : Porifera
Classis             : Demospongiae
Ordo                : Keratosa
Familia : Hippospongiadae
Genus              : Hippospongia
Spesies             : Hippospongia sp
Sumber            : Hegner. 1968
Berbentuk bulat seperti lempeng, berwarna orange. Kerangka tubuhnya dari sponging. Hewan ini biasa hidup di lautan tropis dan subtropis dengan kedalaman antara 10-15 m dengan cara menempelkan diri di dasar laut, mempunyai spong bertanduk. Memiliki kerangka tubuh khusus yang tidak memiliki spikula. Bentuk mortologi berpori dengan serat yang agak kasar.      
Kerangka tubuh khusus hewan ini terbentuk dari bahan spongin, ditutupi oleh membran tipis yang gelap yang memiliki banyak ruang berflagel. Skeleton terdiri dari serabut spongin, jaringan tidak teratur tanpa spikula. Saluran air tipe leukon dimana air dari ostium masuk melalui saluran menuju ke rongga-rongga yang di batasi koanosit. Dari rongga ini air melalui berbagai saluran lagi menuju ke spongocol dan akhirnya keluar menuju oskolom.

B. Coelenterata
            Coelentarata memiliki ciri-ciri khusus yaitu tubuh radial simetris yang berbentuk silindris, globular maupun spherikal. Bersifat diploblastik, karena tubuh tersusun atas dua lapisan yaitu ektodermis dan endodermis. Diantara dua lapisan ini terdapat lapisan yang disebut mesoglea. Hampir semua hidup di laut dan hanya beberapa saja yang hidup di air tawar. Rongga besar ditengah-tengah tubuhnya disebut gastrovaskuler yang berfungsi sebagai usus, mulut dan anus. Memiliki dua macam bentuk yaitu bentuk medusa (coelenterata yang hidup bebas) dan bentuk polip ( Coelenterata yang hidup menempel pada dasar dan tidak dapat berpindah tempat). Tidak memiliki alat respirasi khusus dan pertukaran udara dilakukan secara difusi. Perkembangbiakan secara vegetatif dan generatif yang berlangsung secara bergiliran (metagenesis). Secara vegetatif dengan membentuk tunas dan polip. Sedangkan secara generatif dengan menghasilkan ovum dan spermatozoid yang dihasilkannya dalam bentuk medusa. Coelentrata yang di amati saat praktikum adalah :
1. Astraea sp
Klasifikasi
Kingdom      :  Animalia
Phylum         :  Coelenterata
Classis           :  Anthozoa
Sub class       :  Hexacorallia
Ordo                         :  Madreporaria
Familia          :  Astraeadae
Genus           :  Astraea
Spesies          : Astraea  sp
Sumber          : Hegner. 1968
Pada pengamatan didapat bagian-bagian Astraea sp. yaitu, rongga tubuh, epidermis, dan skeleton. Hewan ini termasuk bentuk karang, tersusun atas zat kapur sehingga tubuhnya tampak keras. Tentakel pada tubuhnya sebagai alat untuk bergerak. Umumya hidup di perairan hangat dengan berkoloni yang dibentuk oleh tunas. Tubuhnya mempunyai permukaan berongga yang agak besar dengan garis-garis yang terlihat seperti bintang. Warna tubuhnya yaitu putih kekuningan.
Astrea memiliki skeleton yang berbentuk piala berfungsi untuk membuat kalsium karbonat dan disimpan dibagian ectoderm sebagai pelapis pendukung dibagiannya. Berpolip kecil dengan tentankl yang biasanya terdiri dari 6 buah. Mempunyai ekskleton kompak berbadan batu kapur.
            2. Madrepora sp
Klasifikasi
Kingdom      :  Animalia
Phylum         :  Coelenterata
Classis           :  Anthozoa
Sub class       :  Zoantharia
Ordo                         :  Madreporaria
Familia          :  Madreporadae
Genus           :  Madrepora
Spesies          : Madrepora  sp
Sumber          : Hegner. 1968
Pada pengamatan didapat bagian-bagian Madrepora  sp yaitu, rongga tubuh, epidermis, dan tentakel. Hewan ini termasuk bentuk karang, tersusun atas zat kapur sehingga tubuhnya tampak keras dan kerangka tubuhnya terbentuk dari ectoderm. Spesies yang satu ini dikenal sebagai karang terompet yang bisa ditemukan di air laut, Warna tubuhnya putih abu-abu dengan permukaan agak kasar. Tentakel pada tubuhnya sebagai alat untuk bergerak. Umumya hidup  di tempat yang dangkal  dengan berkoloni.
3. Euplexaura anthipathes
Klasifikasi
Kingdom      :  Animalia
Phylum         :  Coelenterata
Classis           :  Anthozoa
Sub class       :  Zoantharia
Ordo                         :  Antipathidea
Familia          :  Euflexadae
Genus           :  Euplexaura
Spesies          : Euplexaura antipathies
Sumber          : Hegner. 1968
Pada pengamatan didapat bagian-bagian Euplexaura antipathiesI yaitu, batang, epidermis, dan tentakel. Di Indonesia Euplexaura anthipathes dikenal dengan akar bahar atau bisa juga dengan karang hitam, dia hidup di laut dengan menempel pada substrat tertentu, misal pada batu. Akar bahar merupakan coelenterata yang berbentuk seperti tanaman dengan batang bercabang-cabang yang tersusun atas zat tanduk dengan polip kecil yang terdapat di laut.
Kalau sekilas kita melihat Coelenterata jenis ini mirip seperti pohon yang ujungnya mempunyai cabang-cabang dari batang dengan dasar yang menempel. Batang dari akar bahar akan bertambah panjang pada bagian ujungnya terus ke atas. Warna dari batangnya berwarna hitam dan coklat tua pada bagian bawahnya. Akar bahar dapat dimanfaatkan sebagai bahan-bahan obat-obatan, karena batangnya tampak keras karena terdiri atas kayu dengan zat kapur, dan rangka akar bahar tersusun atas zat tanduk.
4. Acropora sp
Klasifikasi
Kingdom      :  Animalia
Phylum         :  Coelenterata
Classis           :  Anthozoa
Sub class       :  Zoantharia
Ordo                         :  Madreporaria
Familia          :  Acroporadae
Genus           :  Acropora
Spesies          :  Acropora  sp
Sumber          : Hegner. 1968
Pada pengamatan didapat bagian-bagian Acropora  sp  yaitu, rongga tubuh, tentakel, dan epidermis. Hewan ini termasuk bentuk karang, tersusun atas zat kapur sehingga tubuhnya tampak keras dan berwarna putih kekuning-kuningan dengan permukaan yang kasar, serta bentuk tubuh yang silindris. Acropora sp juga merupakan tumbuhan yang hidup di air laut, bentuknya seperti tumbuhan yang bercabang,  menempelnya juga pada batu yang terdapat di laut. Tentakel pada tubuhnya sebagai alat untuk bergerak. Umumya hidup di perairan hangat dan di tempat yang dangkal  dengan berkoloni.
5. Fungia elegant
Klasifikasi                   
Kingdom       : Animalia
Phylum          : Coelentrata
Class             : Anthozoa
Ordo             : Madreporia
Familia          : Fungiadae
Genus            : Fungia
Spesies          : Fungia elegant
        Sumber          : Hegner. 1968
Pada pengamatan didapat bagian-bagian Fungia elegant yaitu, rongga tubuh, epidermis, dan lapisan kulit berbentuk jamur. Fungia biasanya dikenal dengan nama karang hitam ( mushroom-coral) dan berukuran besar. Hidup berkoloni dengan cara gemmatio ke samping, sehingga terjadi bentuk sebagai pohon yang banyak memiliki zooid yang berpangkal pada satu caenosarc.
Kadang-kadang gemmae terjadi pengumpulan sehingga dibentuk koloni padat. Setelah dewasa berbentuk polip dengan memiliki banyak tentakel. Pada fungia terdapat banyak septa dan berhubungan bersama-sama dengan synaptocula. Fungia elegant ini tidak mempunyai Siphonogliph, dan otot lemahnya.
Fungia umumnya bersifat multiseluller, diploblastik dan acelomata. Hidup di air laut yang mempunyai suhu cukup hangat dan hidup menyendiri di dasar laut. Tubuhnya berongga yang bergerigi-gerigi memanjang pada seluruh tubuhnya.
6. Favia sp
Klasifikasi dari Hegner. 1968                                             
Kingdom       : Animalia
Phylum          : Coelenterata
Classis           : Anthozoa
Ordo             : Madreporaria
Familia          : Faviadae
Genus            : Favia
Spesies          : Favia sp
Sumber          : Hegner. 1968
          Pada pengamatan didapat bagian-bagian Favia sp. yaitu, rongga tubuh, epidermis, dan ektoderm. Tubuhnya berupa polip kecil, eksoskeleton kompak berbadan batu kapur dan habitatnya diair laut. Favia sp memiliki karakter yang hampir sama dengan fungia tetapi bentuk dan rongganya lebih kecil. Rongga yang dimiliki berbentuk seperti bintang. Organisme ini hidup berkoloni di air laut dan membantuk batuan coral . jenis ini juga memiliki bagian skeleton yang dapat membentuk kalsium karbonat pada skeleton. Organisme ini memiliki bagian yang lebih kurang hampir sama seperti astraea.
7. Goniastrea pectinata
Klasifikasi dari  Hegner. 1968
Kingdom           : Animalia
Phylum              : Coelenterata
Classis               : Anthozoa
Ordo                  : Gorgonacea
Familia              : Goniastreadae
Genus                : Goniastraea
Spesies              : Goniastraea pectinata
Sumber              : Hegner. 1968
Pada pengamatan didapat bagian-bagian Goniastrea pectinata yaitu, epidermis, pori-pori, dan skeleton. Goniastraea pectinata memiliki banyak celah dan membentuknya seperti batu. Habitatnya di dasar laut serta tidak memiliki spikula dan saluran pencernaan. Rangka tbuh hewan ini terbuat dari sponging. Hidupnya di laut. Bentuknya bulat seperti goa di dalamnya.



















VI.    KESIMPULAN
Berdasarkan hasil pengamatan, maka dapat disimpulkan :
1.      Spesies-spesies yang dapat diamati pada anggota porifera ini adalah Microciona sp, Euspongia molissima, dan Hippospongia sp.
2.      Phylum porifera memiliki bentuk yang memiliki bentuk tubuh yang bervariasi dengan tipe yang didasarkan atas bahan pembentuk tubuh yaitu porifera lunak, porifera silikat dan porifera kapur.
3.      Ciri utama Phylum porifera adalah tubuhnya bayak pori. Bentuknya seperti bunga, bola dan bercabang-cabang. Porifera belum memiliki organ. Porifera juga memiliki spikula yang tersusun atas zat kapur dan bahan silikat. Umumnya habitatnya berada di dasar laut.
4. Spesies-Spesies coelenterata yang diamati adalah Goniastrea pectinat, Favia sp, Fungia elegant, Acropora sp, Euplexaura anthipathes, Madrepora sp dan Astraea sp.
6. Coelenterata merupakan hewan multiseluler, tubuh radial simetris dan diplobalastik, Aselomata dan bertentakel.
7. Dari pengamatan, anggota filum coelenterata hidup di air laut dengan cara berkoloni dan soliter.  Tubuhnya keras karena tersusun dari zat kapur.













VII. DAFTAR PUSTAKA
Anonim.a.2014 dokumentasi pribadi. Microciona sp (Diakses pada tanggal 06 Maret 2014)

Anonim.b.2014.http://www.mbl.edu/marine_org/images/animals/images/microciona.3.jpg (Diakses pada tanggal 06 Maret 2014)

Anonim.c.2014.dokumentasi pribadi. Euspongia molissima (Diakses pada tanggal  06 Meret 2014)

Anonim.d.2014.http://www.ut.ee/BGZM/pildid/pildid2/kasn.jp (Diakses pada tanggal 06 Maret 2014)

Anonim.e.2014. dokumentasi pribadi. Hippospongia sp (Diakses pada tanggal 06 Maret 2014)

Anonim. f. 2014.http://www.flickr.com/photos/sweecheng/251334244/  (Di
akses pada tanggal 06 Maret 2014)

Anonim.g.2014 dokumentasi pribadi. Astraea sp (Diakses pada tanggal 06 Maret 2014)


Anonim.i.2014.dokumentasi pribadi. Madrepora sp (Diakses pada  tanggal  06 Meret 2014)

Anonim.j.2014.http://www.ut.ee/BGZM/pildid/pildid2/kasn.jpg (Diakses pada tanggal 06 Maret 2014)

Anonim.k.2014. dokumentasi pribadi. Euplexaura anthipathes (Diakses pada tanggal 06 Maret 2014)

akses pada tanggal 06 Maret 2014)

Anonim.m.2014 dokumentasi pribadi. Acropora sp (Diakses pada tanggal 06 Maret 2014)

Anonim.n.2014.http://www.mbl.edu/marine_org/images/animals/images/microciona.3.jpg (Diakses pada tanggal 06 Maret 2014)

Anonim.o.2014.dokumentasi pribadi. Fungia elegant (Diakses pada tanggal  06 Meret 2014)
Anonim.p.2014.http://www.ut.ee/BGZM/pildid/pildid2/kasn.jpg (Diakses pada tanggal 06 Maret 2014)

Anonim.q.2014. dokumentasi pribadi. Favia sp. (Diakses pada tanggal 06 Maret 2014)

Anonim.r.2014. /http://pascabiologi1987.files.wordpress.com/2011/03/   1.jpg  (Diakses pada tanggal 06 Maret 2014)

Anonim. s. 2014. dokumentasi pribadi.   Goniastrea pectinata (Diakses pada tanggal 06 Maret 2014)

Anonim. t. 2014.http://www.flickr.com/photos/sweecheng/251334244/  (Diakses pada tanggal 06 Maret 2014)

Bunda Halang,dkk.. 2014. Penuntun Praktikum Zoologi Invertebrata. Banjarmasin: FKIP UNLAM Banjarmasin

Jasin, Maskoeri, 1987. Sistematika Hewan Invertebrata dan Vertebrata. Sinar
Wijaya. Surabaya.

Verma,PS. 2002. A Manual Of Practical Zoologi Invertebrata. Schand dan
          Company LTD. New Delhi.
















Tidak ada komentar:

Posting Komentar