Jumat, 13 Juni 2014

hemicordata

PHYLUM HEMICHORDATA

2.1 Pengertian Hemichordata
Hemichordata adalah filum dari anggota hewan bertulang belakang yang termasuk dalam subfilum Acraniata.  bagian depan terdapat probocis atau belalai untuk membuat lubang pada lumpur atau pasir. Di dasar probosis terdapat leher, mengelilingi coelom, bentuk seperti krah baju. Badan (trunchus) berbentuk panjang agak pipih dan terdapat celah insang. Tubuh lunak, berbentuk silindris menyerupai cacing. Tempat hidup di laut. Chorda dorsalis hanya terdapat pada bagian anterior tubuh.











                                    Gambar 1.1 Contoh hemichordate
                                    Sumber : http://beacon-center.org/

2.2 Ciri-Ciri Umum Hemichordata
       Adapun cirri-ciri dari hemichordate adalah sebagai berikut:
1. Bentuk tubuh menyerupai cacing laut dan halus
2. Tubuh terdiri atas 3 bagian yaitu: proboscis, kolar dan trunkus
3. Notokord hanya ditemukan pada bagian anterior (bucal diverticulum)
4. Mempunyai banyak pasang celah insang
5. Jaringan syaraf terbenam pada lapisan epidermis dorsal dan ventral
6. Selom tubuh dibagi atas 3 bagian yang tidak saling berhubungan
7. Sistem sirkulasi darah masih sangat sederhana
8. Alat reproduksinya terpisah (gonokoris)

2.3 Habitat dan Kebiasaan Hemichordata
Habitat hemichordata adalah pantai di daerah panas atau sedang sepanjang lautan Pasifik Amerika utara dan California , atau hidup di laut yang dalam. Kebiasaan hemikordata adalah: membenamkan diri dalam pasir . Caranya: hemikordata menggali liang dengan probosisnya . Dinding liang yang digali direkatkan dengan lendir yang disekresikan oleh kelenjar lendir dari seluruh permukaan tubuh hewan tersebut.







                       



                                 Gambar 1.2 Cara hidup kelas enteroneusta
                                           yang membenamkan diri di pasir
Sumber:http://www.google.co.id/imgres?q=enteropneusta&hl=id&sa =X&biw=1024&

2.4 Morfologi dan Anatomi Hemichordata
      Hemichordata bertubuh lunak, silindris, dan bersilia memanjang, serta dilindungi oleh mukosa. Panjang tubuh antara 2 cm hingga 2-5 m. Berwarna abu-abu, dan ada juga yang kemerahan. Beberapa spesies ada yang bersifat luminescence (bercahaya karena pantulan mukosa). Hemichordata memiliki bau khas. Tubuh simetris bilateralnya dibagi atas:
1. Probosis
            Letaknya pada ujung anterior tubuh, ukurannya bervariasi tergantung jenisnya. Probosis berongga dan tersusun atas dinding otot yang tebal.
 2. Kolar
            Terletak disebelah posterior tangkai proboscis dan sebelah anterior trunkus. Tersusun oleh otot sirkuler dan longitudinal. Permukaan kolar biasanya  disesuaikan dengan peninggian, tekanan dan aktivitas dari hewan tersebut ketika membenamkan diri dalam tanah. Kolar ukurannya lebih pendek dariada proboscis. Kolar memiliki 2 rongga yang masing-masing dipisahkan oleh mesenteri dorsal dan ventral. Rongga tubuh kolar berhubungan dengan dunia luar melalui sepasang kolar pore.
 3. Trunkus, trunkus dibagi atas:
     a. dareah anterior
           b. daerah pertengahan
           c. daerah posterior
            Anatomi Hemikordata meliputi:
            a. Dinding tubuh
            b. Coelom
            c. Sistem rangka
            d. Sistem muskulus/otot
            e. Sistem pencernaan
            f. Sistem respirasi
            g. Sistem peredaran darah
            h. Sistem Ekskresi
            i. Sistem saraf
            j. Sistem reseptorius
            k. Sistem reproduksi

2.5 Klasfikasi Hemichordata
Hemikordata dibagi menjadi 4 kelas yaitu:
   1. Kelas Enteropneusta
       1. Merupakan hewan soliter, menyerupai cacing laut yang bisa membenamkan diri di                    pasir, dan umumnya diketahui sebagai ‘acorn’atau cacing berlidah
          2. Tubuh dibedakan atas:
   a. Probosis
   b. Kolar/kerah yang pendek
c. Badan trunkus yang memanjang. Probosis dipisahkan dari bagian
                   badan oleh cincin kolar yang tebal.









Gambar 1.3 Pembagian tubuh Enteropneusta
3. Epidermis bersilia dan mengandung banyak kelenjar
4. Memiliki beberapa celah ingsang dan gonad
5. Saluran pencernaan makanan lurus dengan ujung terminal berupa anus
6. Pada pertengahan tubuhnyaditemukan dua deret kantong hepar
              ‘hepatic caeca’
7. Contoh: Balanoglossus, Saccoglossus, Ptychodera






Text Box: Gambar 1.4 Anatomi Balanoglossus
Sumber:http://www.google.co.id/imgres?q=balanoglossus&hl=Id&sa=X&biw =1024&

Text Box: Gambar 1.5 Acorn worms
Sumber:http://tidechaser.blogspot.com/2009/05/chek-jawa-walkon-2-may.html





2. Kelas Pterobranchia
 Klasifikasi ilmiah
Kerajaan : Animalia
Filum      : Hemichordata
Kelas      : Pterobranchia
                 Lankester 1877
Ordo       : Cephalodiscida
    
      Rhabdopleurida

Text Box: Gambar 1.7 Pterobrancia         

Kelas Pterobranchia didirikan oleh Ray Lankester pada tahun 1877. Pada waktu itu, ditemukan genus tunggal berupa  Rhabdopleura. Rhabdopleura pada awalnya dianggap sebagai polyzoon menyimpang, tetapi ketika laporan Challenger pada Cephalodiscus diterbitkan di tahun 1887, menjadi jelas bahwa Cephalodiscus, sekarang termasuk genus kedua dalam urutan serta  memiliki afinitas ke arah Enteropneusta.
Pterobrancia merupakan cacing kecil yang hidup di dalam tabung yang berada di dasar laut atau sering diperairan yang reltif dalam. Pterobrancia hidup dengan cara berkelompok atau berkoloni. Panjang individu tidak lebih 12 mm. Tubuh terdiri atas probosis yang berbentuk seperti tameng (perisai) dan tangan-tangan yang mengandung tentakel terdapat di bagian dorsal kelepak (collar). Tangan tentakel tersebut disebut tangan lophophore. Tentakel berfungsi untuk menangkap makanan yang berupa organisme kecil dan disalurkan oleh cillia ke mulut.  Pterobranchia makanan dengan menyaring plankton dari air dengan bantuan silia yang melekat pada tentakelnya. Ada sekitar 30 spesies hidup yang dikenal dalam kelompok.
Seperti kerabat mereka, cacing acorn, tubuh mereka dibagi menjadi tiga bagian yaitu sebuah belalai anterior, kerah, dan batang. Belalai yang lebar dan pipih di ujung, dan di sebagian besar spesies mengandung kelenjar tabung yang mengeluarkan bahan organik di mana pterobrancia akan menghabiskan kehidupan dewasanya. Kerah ini dikenakan sejumlah senjata besar, masing-masing mencakup deretan tentakel sepanjang satu sisi. Jumlah senjata bervariasi antara spesies, dengan apa-apa 1-9 pasang. Tentakel yang dibahas dalam silia membantumenyaring makanan dari air.
Reproduksi Pterobrancia dapat dilakukan secara aseksual dan seksual. Reproduksi aseksual umumnya dengan menggunakan budding  yang tumbuh sebagai koloni dan memulai sebagai  individu baru. Sedangkan reproduksi seksualnya hampir sama dengan kelas Enteropneusta yaitu dengan fertilisasi luar tubuh.
Adapun ciri-ciri dari pterobrancia antara lain sebagai berikut:
1. Merupakan hewan yang hidupnya menetap, berbentuk soliter atau koloni dan merupakan hewan air
2.Probosis dilengkapi dengan tentakel bersilia, yang berfungsi menggerakkan makanan melalui aliran air
3. Kolar dilengkapi dua hingga lebih lengan-lengan bertentakel
4. Saluran pencernaan makanan berbentuk U dengan arus dorsal yang letaknya dekat mulut
5. Gonad jumlahnya sedikit
6. Perkembangbiakan terjadi melalui pembentukan kuncup.

a. Ordo Cephalodiscida
Ciri-ciri Cephalodiscida antara lain sebagai berikut:
a. Merupakan hewan soliter atau hidup di tempat yang mengandung gelatin
b. Memiliki dua celah ingsang
c. Memiliki satu pasang gonad
Text Box: Gambar 1.8 Cephalodiscus Densus Andersson 1907d. Memiliki 4-6 lengan yang  bertentakel.

Contoh :  Cephalodiscus agglutinans Harmer & Ridewood 1914
                Cephalodiscus Atlanticus Bayer 1962
                Cephalodiscus australiensis author unknown
                
Cephalodiscus calciformis Emig, 1977
                Cephalodiscus Densus Andersson 1907
                Cephalodiscus dodecalophus McIntosh 1882
                Cephalodiscus evansi Ridewood
                Cephalodiscus fumosus John, 1932
                Cephalodiscus gilchristi Ridewood 1908
                
Cephalodiscus gracilis Harmer 1905
                Cephalodiscus graptolitoides Dilly 1993
                Cephalodiscus hodgsoni Ridewood 1907
                Cephalodiscus indicus Schepotieff 1909
                Cephalodiscus Kempi John, 1932
                
Cephalodiscus levinsoni Harmer
                Cephalodiscus nigrescens Lankester 1905
                Cephalodiscus sibogae Harmer 1905
                
Cephalodiscus solidus Andersson, 1907
b.  Ordo Rhabdopleurida
Ciri-ciri dari Rhabdopleurida antara lain sebagai berikut:
 a. Berbentuk koloni
 b. Mmeiliki celah ingsang
 c. Memiliki satu buah gonad
 d. Memiliki satu pasang lengan yang bertentakel
Gambar 1.9 Rhabdopleura sp.
 
 



Contoh:   Rhabdopleura annulata Norman, 1921
                Rhabdopleura compacta Hincks, 1880
                Rhabdopleura Grimaldi Julien
                Rhabdopleura manubialis Julien 1903
                Rhabdopleura normani Allmann 1869
                Rhabdopleura striata Schepotieff 1909
3. Kelas Planotospnaeroidea
      Ciri-ciri dari plantospnaeroidea antara lain sebagai berikut:
1) Hewan ini diketahui hanya memiliki stadia larva yang ransparan, bersifat pelagic dan mirip dengan larva tornaria.
2) Permukaan tubuh larva dilengkapi oleh sabuk bersilia
3) Saluran pencernaan makanan berbentuk U
4) Hewan dewasanya belum diketahui
 
4. Kelas Graptolita
1)  Anggota dari kelas ini diketahui sebagai anggota hemichordata yang sudah punah
2) Bukti-bukti utamanya hanya bisa diketahui dari struktur fosil yang bentuknya seperti tabung/pembuluh
3)  Setiap hewan berlindung dalam kelompoknya
4)  Anggota dari kelas ini diketahui melimpah pada periode ordovisian dan Silurian
5)  Contoh: Dendroogroptus
                                               Gamar 1.10 Fosil dari Graptolita
                 Sumber:http://www.ucmp.berkeley.edu/chordata/hemichordat.html.

Ø Kesamaan Kelas  Enteropneusta Dengan Kelas Pteropbranchia
Enteropneusta dengan pteropbranchia tampak begitu berbeda, tetapi struktur dasar yang sama dapat ditelusuri dan mereka memiliki beberapa fitur unik yang sama: The stomochord adalah batang seperti rongga yang tumbuh keluar dari usus bagian punggung, dilapisi dengan sel flagellata. Bagian tersebut memanjang dari atap mulut ke belalai di Enteropneusts, yang merupakan pendukung organ jantung dan ekskretoris, atau perisai mulut dalam pterobranchs. Batang ini tampak seperti notochord pendek dan pernah digambarkan, akan tetapi terdapat kesalahan: berkembang berbeda dari notochord, dan merupakan organ kelenjar bukan batang pendukung. Hal ini terkait dengan organ ekskretoris pada kedua kelompok.
Collar (kerah) adalah struktur khas yang mengandung mesocoel, dengan saluran membawa cairan selom ke celah insang pertama. Pada kelompok tersebut ini adalah mulut di sisi ventral dan merupakan situs utama sistem saraf epidermal.
'Hati / glomerulus' kompleks yang sama pada kedua kelompok. Jantung terletak di bagian posterior dan protocoel menerima darah dari saluran antara stomochord dan perikardium. Darah didorong ke dalam pembuluh oleh kontraksi dari perikardium. Lipatan dinding usus terkait erat membentuk glomerulus, yang merupakan tempat filtrasi. Urine dikeluarkan melalui pori protocoel.

Dasar laut dalam menyediakan hewan menarik bahwa pada awalnya merupakan penggabungan fitur dari kedua kelompok (mereka disebut 'Lophoenteropneusts'), namun penelitian lebih lanjut menunjukkan mereka tidak memiliki tentakel tetapi digolongkan menjadi family baru Enteropneusts yang khas.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar