PHYLUM HEMICHORDATA
2.1 Pengertian
Hemichordata
Hemichordata adalah filum
dari anggota hewan bertulang
belakang yang termasuk dalam subfilum
Acraniata. bagian depan terdapat probocis atau belalai
untuk membuat lubang pada lumpur atau pasir. Di dasar probosis terdapat leher,
mengelilingi coelom, bentuk seperti krah baju. Badan (trunchus) berbentuk
panjang agak pipih dan terdapat celah insang. Tubuh lunak, berbentuk silindris
menyerupai cacing. Tempat hidup di laut. Chorda dorsalis hanya terdapat pada
bagian anterior tubuh.
Gambar 1.1 Contoh hemichordate
Sumber : http://beacon-center.org/
2.2 Ciri-Ciri Umum Hemichordata
Adapun cirri-ciri dari hemichordate adalah
sebagai berikut:
1. Bentuk tubuh menyerupai
cacing laut dan halus
2. Tubuh terdiri atas 3 bagian
yaitu: proboscis, kolar dan trunkus
3. Notokord hanya ditemukan
pada bagian anterior (bucal diverticulum)
4. Mempunyai banyak pasang celah
insang
5. Jaringan syaraf terbenam
pada lapisan epidermis dorsal dan ventral
6. Selom tubuh dibagi atas 3
bagian yang tidak saling berhubungan
7. Sistem sirkulasi darah
masih sangat sederhana
8. Alat reproduksinya terpisah
(gonokoris)
2.3 Habitat dan Kebiasaan Hemichordata
Habitat hemichordata adalah pantai di daerah panas atau sedang sepanjang lautan Pasifik
Amerika utara dan California , atau hidup di laut yang dalam. Kebiasaan hemikordata
adalah: membenamkan diri dalam pasir . Caranya: hemikordata menggali
liang dengan probosisnya . Dinding liang yang digali direkatkan dengan
lendir yang disekresikan oleh kelenjar lendir dari seluruh permukaan tubuh
hewan tersebut.


Gambar
1.2 Cara hidup kelas enteroneusta
yang membenamkan
diri di pasir
Sumber:http://www.google.co.id/imgres?q=enteropneusta&hl=id&sa =X&biw=1024&
2.4 Morfologi dan
Anatomi Hemichordata
Hemichordata bertubuh lunak, silindris, dan bersilia memanjang, serta dilindungi
oleh mukosa. Panjang tubuh antara 2 cm hingga 2-5 m. Berwarna
abu-abu, dan ada juga yang kemerahan. Beberapa spesies ada yang
bersifat luminescence (bercahaya karena pantulan mukosa). Hemichordata
memiliki bau khas. Tubuh simetris bilateralnya dibagi atas:
1.
Probosis
Letaknya pada ujung anterior tubuh, ukurannya bervariasi
tergantung jenisnya. Probosis berongga dan tersusun atas dinding otot yang
tebal.
2. Kolar
Terletak disebelah posterior tangkai proboscis dan sebelah
anterior trunkus. Tersusun oleh otot sirkuler dan longitudinal.
Permukaan kolar biasanya disesuaikan dengan
peninggian, tekanan dan aktivitas dari hewan
tersebut ketika membenamkan diri dalam tanah. Kolar ukurannya
lebih pendek dariada proboscis.
Kolar memiliki 2 rongga yang masing-masing dipisahkan oleh mesenteri
dorsal dan ventral. Rongga tubuh kolar berhubungan dengan dunia
luar melalui sepasang kolar pore.
3. Trunkus, trunkus dibagi atas:
a. dareah anterior
b. daerah pertengahan
c.
daerah posterior
Anatomi Hemikordata meliputi:
a. Dinding tubuh
b. Coelom
c. Sistem rangka
d. Sistem muskulus/otot
e. Sistem pencernaan
f. Sistem respirasi
g. Sistem peredaran darah
h. Sistem Ekskresi
i. Sistem saraf
j. Sistem reseptorius
k. Sistem reproduksi
2.5
Klasfikasi Hemichordata
Hemikordata dibagi menjadi 4
kelas yaitu:
1. Kelas Enteropneusta
1.
Merupakan hewan soliter, menyerupai cacing laut yang
bisa membenamkan diri di pasir, dan umumnya diketahui sebagai ‘acorn’atau
cacing berlidah
2. Tubuh dibedakan atas:
a. Probosis
b. Kolar/kerah yang pendek
c.
Badan trunkus yang memanjang. Probosis dipisahkan dari bagian
badan oleh cincin kolar yang tebal.
Gambar 1.3 Pembagian tubuh Enteropneusta
3.
Epidermis bersilia dan mengandung banyak kelenjar
4.
Memiliki beberapa celah ingsang dan gonad
5.
Saluran pencernaan makanan lurus dengan ujung terminal berupa anus
6.
Pada pertengahan tubuhnyaditemukan dua deret kantong hepar
‘hepatic caeca’
7.
Contoh: Balanoglossus, Saccoglossus, Ptychodera




2. Kelas PterobranchiaKlasifikasi ilmiah
Kerajaan : Animalia
Filum : Hemichordata
Kelas : Pterobranchia
Lankester 1877
Ordo : Cephalodiscida
Rhabdopleurida
Kelas Pterobranchia didirikan oleh Ray Lankester pada tahun
1877. Pada waktu itu, ditemukan genus tunggal berupa Rhabdopleura. Rhabdopleura pada awalnya
dianggap sebagai polyzoon menyimpang, tetapi ketika laporan Challenger pada
Cephalodiscus diterbitkan di tahun 1887, menjadi jelas bahwa Cephalodiscus,
sekarang termasuk genus kedua dalam urutan serta memiliki afinitas ke arah Enteropneusta.
Pterobrancia
merupakan cacing kecil yang hidup di dalam tabung yang berada di dasar laut
atau sering diperairan yang reltif dalam. Pterobrancia hidup dengan cara
berkelompok atau berkoloni. Panjang individu tidak lebih 12 mm. Tubuh terdiri
atas probosis yang berbentuk seperti tameng (perisai) dan tangan-tangan yang
mengandung tentakel terdapat di bagian dorsal kelepak (collar). Tangan tentakel
tersebut disebut tangan lophophore. Tentakel berfungsi untuk menangkap makanan
yang berupa organisme kecil dan disalurkan oleh cillia ke mulut. Pterobranchia makanan dengan menyaring
plankton dari air dengan bantuan silia yang melekat pada tentakelnya. Ada
sekitar 30 spesies hidup yang dikenal dalam kelompok.
Seperti
kerabat mereka, cacing acorn, tubuh mereka dibagi menjadi tiga bagian yaitu
sebuah belalai anterior, kerah, dan batang. Belalai yang lebar dan pipih di
ujung, dan di sebagian besar spesies mengandung kelenjar tabung yang
mengeluarkan bahan organik di mana pterobrancia akan menghabiskan kehidupan
dewasanya. Kerah ini dikenakan sejumlah senjata besar, masing-masing mencakup
deretan tentakel sepanjang satu sisi. Jumlah senjata bervariasi antara spesies,
dengan apa-apa 1-9 pasang. Tentakel yang dibahas dalam silia membantumenyaring
makanan dari air.
Reproduksi
Pterobrancia dapat dilakukan secara aseksual dan seksual. Reproduksi aseksual
umumnya dengan menggunakan budding yang tumbuh sebagai koloni dan memulai
sebagai individu baru. Sedangkan
reproduksi seksualnya hampir sama dengan kelas Enteropneusta yaitu dengan
fertilisasi luar tubuh.
Adapun
ciri-ciri dari pterobrancia antara lain sebagai berikut:
1.
Merupakan hewan yang hidupnya menetap, berbentuk soliter atau koloni dan
merupakan hewan air
2.Probosis
dilengkapi dengan tentakel bersilia, yang berfungsi menggerakkan makanan
melalui aliran air
3.
Kolar dilengkapi dua hingga lebih lengan-lengan bertentakel
4.
Saluran pencernaan makanan berbentuk U dengan arus dorsal yang letaknya dekat
mulut
5.
Gonad jumlahnya sedikit
6.
Perkembangbiakan terjadi melalui pembentukan kuncup.
a. Ordo Cephalodiscida
Ciri-ciri Cephalodiscida antara lain
sebagai berikut:
a. Merupakan hewan soliter atau
hidup di tempat yang mengandung gelatin
b. Memiliki dua celah ingsang
c. Memiliki satu pasang gonad
d. Memiliki 4-6 lengan yang bertentakel.
Contoh : Cephalodiscus agglutinans Harmer & Ridewood 1914
Cephalodiscus Atlanticus Bayer 1962
Cephalodiscus australiensis author unknown
Cephalodiscus calciformis Emig, 1977
Cephalodiscus Densus Andersson 1907
Cephalodiscus dodecalophus McIntosh 1882
Cephalodiscus evansi Ridewood
Cephalodiscus fumosus John, 1932
Cephalodiscus gilchristi Ridewood 1908
Cephalodiscus gracilis Harmer 1905
Cephalodiscus graptolitoides Dilly 1993
Cephalodiscus hodgsoni Ridewood 1907
Cephalodiscus indicus Schepotieff 1909
Cephalodiscus Kempi John, 1932
Cephalodiscus levinsoni Harmer
Cephalodiscus nigrescens Lankester 1905
Cephalodiscus sibogae Harmer 1905
Cephalodiscus solidus Andersson, 1907
Cephalodiscus Atlanticus Bayer 1962
Cephalodiscus australiensis author unknown
Cephalodiscus calciformis Emig, 1977
Cephalodiscus Densus Andersson 1907
Cephalodiscus dodecalophus McIntosh 1882
Cephalodiscus evansi Ridewood
Cephalodiscus fumosus John, 1932
Cephalodiscus gilchristi Ridewood 1908
Cephalodiscus gracilis Harmer 1905
Cephalodiscus graptolitoides Dilly 1993
Cephalodiscus hodgsoni Ridewood 1907
Cephalodiscus indicus Schepotieff 1909
Cephalodiscus Kempi John, 1932
Cephalodiscus levinsoni Harmer
Cephalodiscus nigrescens Lankester 1905
Cephalodiscus sibogae Harmer 1905
Cephalodiscus solidus Andersson, 1907
b.
Ordo Rhabdopleurida
Ciri-ciri dari Rhabdopleurida antara
lain sebagai berikut:
a. Berbentuk koloni
b. Mmeiliki celah ingsang
c. Memiliki satu buah gonad
d. Memiliki satu pasang lengan yang
bertentakel
|
Contoh: Rhabdopleura
annulata Norman, 1921
Rhabdopleura compacta Hincks, 1880
Rhabdopleura Grimaldi Julien
Rhabdopleura manubialis Julien 1903
Rhabdopleura normani Allmann 1869
Rhabdopleura striata Schepotieff 1909
Rhabdopleura compacta Hincks, 1880
Rhabdopleura Grimaldi Julien
Rhabdopleura manubialis Julien 1903
Rhabdopleura normani Allmann 1869
Rhabdopleura striata Schepotieff 1909
3. Kelas Planotospnaeroidea
Ciri-ciri dari
plantospnaeroidea antara lain sebagai berikut:
1) Hewan ini diketahui hanya memiliki stadia larva yang ransparan,
bersifat pelagic dan mirip dengan larva tornaria.
2)
Permukaan tubuh larva dilengkapi oleh sabuk bersilia
3)
Saluran pencernaan makanan berbentuk U
4)
Hewan dewasanya belum diketahui
4. Kelas Graptolita
1) Anggota dari kelas ini diketahui sebagai
anggota hemichordata yang sudah punah
2) Bukti-bukti utamanya hanya bisa diketahui dari struktur fosil yang
bentuknya seperti tabung/pembuluh
3) Setiap hewan berlindung dalam kelompoknya
4) Anggota dari kelas ini diketahui melimpah pada
periode ordovisian dan Silurian

5) Contoh: Dendroogroptus
Gamar
1.10 Fosil dari Graptolita
Sumber:http://www.ucmp.berkeley.edu/chordata/hemichordat.html.
Ø Kesamaan Kelas Enteropneusta Dengan Kelas Pteropbranchia
Enteropneusta
dengan pteropbranchia tampak begitu berbeda, tetapi struktur dasar yang
sama dapat ditelusuri dan mereka memiliki beberapa fitur unik yang sama: The
stomochord adalah batang seperti rongga yang tumbuh keluar dari usus bagian punggung,
dilapisi dengan sel flagellata. Bagian tersebut memanjang dari atap mulut ke
belalai di Enteropneusts, yang merupakan pendukung organ jantung dan
ekskretoris, atau perisai mulut dalam pterobranchs. Batang ini tampak seperti
notochord pendek dan pernah digambarkan, akan tetapi terdapat kesalahan:
berkembang berbeda dari notochord, dan merupakan organ kelenjar bukan batang
pendukung. Hal ini terkait dengan organ ekskretoris pada kedua kelompok.
Collar
(kerah) adalah struktur khas yang mengandung mesocoel, dengan saluran membawa
cairan selom ke celah insang pertama. Pada kelompok tersebut ini adalah mulut
di sisi ventral dan merupakan situs utama sistem saraf epidermal.
'Hati
/ glomerulus' kompleks yang sama pada kedua kelompok. Jantung terletak di bagian
posterior dan protocoel menerima darah dari saluran antara stomochord dan
perikardium. Darah didorong ke dalam pembuluh oleh kontraksi dari perikardium.
Lipatan dinding usus terkait erat membentuk glomerulus, yang merupakan tempat
filtrasi. Urine dikeluarkan melalui pori protocoel.
Dasar
laut dalam menyediakan hewan menarik bahwa pada awalnya merupakan penggabungan
fitur dari kedua kelompok (mereka disebut 'Lophoenteropneusts'), namun
penelitian lebih lanjut menunjukkan mereka tidak memiliki tentakel tetapi
digolongkan menjadi family baru Enteropneusts yang khas.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar