Jumat, 13 Juni 2014

uji penyabunan


PRAKTIKUM IV

Topik               : Uji Penyabunan (Untuk Asam-Asam Lemak)
Tujuan             : Untuk mengetahui proses penyabunan dari bahan lemak
Hari / tanggal  : Jum’at / 16 Mei 2014
Tempat            : Laboratorium Biologi PMIPA FKIP UNLAM Banjarmasin
 

I.             ALAT DAN BAHAN
a. Alat:
1.    Tabung reaksi
2.    Raktabung reaksi
3.    Gelas Ukur 10 ml
4.    Pipet tetes           
5.    Kaki tiga dan kasa asbes
6.    Lampu spritus                             
b. Bahan:
1. KOH alkoholis 10%
2. Minyak goreng
3. Air

II.           CARA KERJA
1.        Menambahkan 10 ml KOH alkoholis kedalam minyak yang hendak diuji, kocok dan panaskan diatas pengangas air didih hingga satu tetes dari pada larutan ini sempurna didalam air.
2.        Menambahkan 10 ml air dan panaskan lagi diatas pengangas air didih sampai semua alkohol mennguap. Melakukan uji sabun

III.        TEORI DASAR
Lipid merupakan komponen jaringan yang heterogen dan penggolongannya berdasarkan atas kelarutannya di dalam pelarut-pelarut lemak,seperti eter dan lain-lain. Sedangkan komponen-komponen campuran lipid dapat difrasionasi lebih lanjut dengan menggunakan perbedaan kelarutannya di dalam berbagai pelarut organik. Sebagai contoh; fospolipid dapat dipisahkan dari sterol dan lemak netral atas dasar ketidak larutannya didalam aseton.
Suatu reaksi yan sangat berguna untuk fraksionasi lipii, dlah reaksi penyabunan. Alkali menghidrolisis lipid kompleks dan menghasilkan sabun komponen yang mengandung asam-asam lemak yang dapat diesterkan.
Adapun sifat fisik lipid adalah:
a.                  Tidak larut dalam air, tetapi larut dalam satu atau lebih dari sutu pelarut organik
b.                  Adanya hubungannya dengan asam-asam lemak atau esternya
c.                  Mempunyai kemungkinan digunakan oleh makhluk hidup
Suatu reaksi yang sangat berguna untuk fraksionasi lipid, adalah penyabunan. Sabun merupakan salah satu produk yang diperoleh dari minyak. Reaksi pembuatan sabun dikenal dengan namareaksi saponifikasi. Reaksi ini juga berguna untuk menunjukan adanya asam-asam lemak yang berbeda dalam suatu minyak. Hasil reaksi itu itu berupa campuran sabun  dan gliserol yang mudah larut dalam air dan alkohol.
Sabun yang diperoleh dari logam Na dan K dengan asam lemak tinggi pada umumnya mudah larut dlam air panas. Hasil kelarutan ini memberikan larutan koloid yang berwarna putih susu. Sifat kelarutan ini akan berkurang apabila dalam air terdapat ion-ion logam yang mampu menghasilkan reaksi substitusi. Ion-ion logam tersebut dapat dijumpai dalam air sadah seperti Ca2+ , Mg2+ dan Pb2+ .

    





IV.        HASIL PENGAMATA
A.         Tabel Hasil Pengamatan
No.
Perlakuan
Hasil
1
Minyak + KOH alkoholis
Putih dan kuning, heterogen (bawah putih atas kuning). Ada gelembung .
2
Larutan dipanaskan selama 10 menit
Heterogen, banyak gelembung, ada gumpalan dan bening kekuningan.
3
Larutan + Air
Heterogen, kuning keruh, gelembung sedikit
4
Larutan + Air dipanaskan selama 10 menit)
Heterogen, sedikit gelembung, terdapat gumpalan. Berwarna bening
5
Senyawa hasil penyabunan
Heterogen, permukaan larutan licin.

B. Foto Hasil Pengamatan





Rounded Rectangle:


Rounded Rectangle: Minyak +KOH alkoholis

 







                   Dokomentasi pribadi.2014





Rounded Rectangle:


Rounded Rectangle: Larutan dipanaskan 10 menit

 


                                                                                   




                   Dokumentasi pribadi.2014






Rounded Rectangle:


Rounded Rectangle: Larutan dipanaskan 10 menit

 







                   Dokumentasi pribadi.2014





Rounded Rectangle:


Rounded Rectangle: Larutan + Air

 







                   Dokumentasi pribadi.2014





Rounded Rectangle:


Rounded Rectangle: Senyawa hasil penyabunan

 







                   Dokumentasi pribadi.2014







V.      ANALISIS DATA
               Dalam percobaan kali ini , percobaan pertama yang dilakukan adalah mencampurkan 1 ml minyak kedalam gelas kimia yang telah berisi 10 ml kOh alkoholis 10 %. Dari pencampuran antara minyak dengan KOh alkoholis 10% didapat warna pada bagian atas larutan kuning, bagian bawah larutan berwarna bening. Pada larutan ini terdapat gelembung dan bersifat heterogen. Kemudian larutan tersebut dipanaskan selama 10 menit dengan menggunakan lampu spiritus maka didapatkan perubahan warna pada larutan yaitu menjadi bening kekuningan, terdapat banyak gumpalan dan bersifat heterogen atau tidak dapat menyatu larutannya.
               Terjadinya perubahan pada larutan setelah dipanaskan selama 10 menit dikarenakan minyak merupakan salah satu bentuk trigleserid yang terdiri atas tiga molekul asam lemak dan satu molekol gliserol, dimana salah satu sifat lemak adalah dapat terhidrolisis menjadi unsure-unsur penyusunnya dan hasil hidrolisisnya sendiri adalah sabun (asam lemak) dan gliserol sehingga pada minyak ketika ditambahkan KOh 10% terjadi penyabunan, dimana etil alkohol berfungsi sebagai pelarut organic yang dapat berikatan dengan gugus –OH membentuk gliserol. Pada lemak mempunyai gugus R yang bersifat non polar akan berikatan dengan gugus hidrofil dari alcohol sedangkan gugus - C-Na yang bersifat polar akan berikatan dengan gugus hidrofil alkohol. Jadi penambahan KOH alkoholis 10% dalam reaksi sponifikasi (penyabunan) berfungsi untuk mengikat dua gugus yang terdapat pada sabun atau asam lemak sehingga terbentuk sabun.
               Setelah larutan dipanaskan dan kemudian didinginkan, larutan kembali ditambahkan dengan air, maka terjadi perunbahan warna pada larutan yaitu menjadi kuning keruh, terdapat sedikit gelembung dan heterogen atau larutan tidak menyatu. Kemudian larutan yang telah di tambahkan air  kembali dipanaskan dengan menggunakan lampu spiritus sampai larutan mendidih . Setelah larutan dipanaskan selama 10 menit maka hasil yang diperoleh larutan memisah dengan minyak yang menggumpal dibagian atas larutan dan larutan air berda di bagian bawah latrutan dan pada larutan terdapat sedikit gelembung.
               Penambahan air pada senyawa atau larutan tersebut menghasilkan larutan yang semakin berbusa dan berwarna putih keruh. Penambahan air pada senyawa ini disebut dengan uji penyabunan dan dihasilkan busa pada larutan atau sabun ini disebut dengan proses saponifikasi.
               Adapun senyawa hasil uji penyabunan pada percobaan ini yaitu teksturnya setelah dipegang larutannya pada bagian permukaannya terasa licin seperti minyak, tersa embut dan berwarna bening.






















VI.    KESIMPULAN
1.    Minyak merupakan salah satu bentuk trigliserid yang terdiri atas tiga molekul asam lemak dan satu molekul liserol, dimana salah satu sifat lemak adalah dapat terhidrolisis menjadi unsure-unsur penyusunnya dan hasil hidrolisisnya sendiri adalah Sabun (asam lemak ).
2.    Sabun dapat dihasilkan dari reaksi minyak dengan basa alkali (KOH alkoholis) yang disebut dengan saponifikasi. Sabun dapat mengurangi tegangan antar muka permukaan larutan sehingga proses pembentukan busa dapat terjadi. 
3.    Penyabunan adalah peristiwa penguraian hidrolisis suatu ester menjadi asam karboksilat dan gliserol (alkanol).
4.    Penyabunan merupakan lemak yang dipanaskan dengan NaOH dan terjadi pembentukan dan pertukaran garam natrium dan gliserin
5.    Senyawa yang dihasilkan dalam percobaan ini yaitu lembut, licin dan berwarna putih kekuningan (bening).

VII.   DAFTAR PUSTAKA
Mantgomery, Rek,dkk. 1993. BIOKIMIA. Yogyakarta: UGM.

Noorhidayati dan Hardiansyah. 2014. Penuntun Praktikum Biokimia. Banjarmasin: FKIP UNLAM.

Poedjiadi, Anna. 1994. Dasar-Dasar Biokimia. Jakarta: Universitas Indonesia-Press.







LAMPIRAN

Pertanyaan :
1.      Senyawa-senyawa apa lagi selain sabun yang membentuk busa?
2.      Buatkan persamaan reaksi penyabunan ?

Jawaban pertanyaan :
1.      Senyawa-senyawa yang dapat membentuk busa selain sabun adalah senyawa dari asam lemak jenuh, yaitu: asam butirat (C3H7COOH), asam kaproat (C5H11COOH), asam palmitat (C15H31COOH),  dan asam stearat (C17H35COOH) dan dari asam lemak tak jenuh, yaitu: asam oleat (C17H33COOH) , asam linoleat (C17H31COOH) dan asam linonelat (C17H29COOH). Melalui proses hidrogenasi dengan bantuan katalis logam Pt dan Ni, asam lemak tidak jenuh diubah menjadi asam lemak jenuh, dan melalui proses penyabunan NaOh dan KOH akan terbentuk busa dan gliserol.
2.      Reaksi penyabunan
Lemak + busa                     sabun + gliserol
                O                                                                     
CH2 – O – C                                 CH2 – OH
                O                                                                      O
CH2 – O – C   + 3NaOH               CH2 – OH + 3R – C – O Na
                R
               O                                                                      
CH2 – O – C   + 3NaOH               CH2 – OH
                R
           Lemak                                  Gliserol                    Sabun             Suatu Reaksi penyabunan  




Tidak ada komentar:

Posting Komentar