Jumat, 13 Juni 2014

uji karbohidrat 2

PRAKTIKUM I.2

Topik               :  Uji Karbohidrat 2
Tujuan             : Untuk mengetahui apakah dalam suatu bahan mengandung    amilum dan glukosa
Hari/ tanggal   :  Jum’at/ 7 Maret 2014
Tempat            :  Laboratorium Biologi PMIPA FKIP UNLAM Banjarmasin
 


    I.            ALAT DAN BAHAN
a. Alat


1.      Tabung reaksi
2.      Rak tabung reaksi
3.      Gelas ukur 10 ml
4.      Pipet tetes
5.      Kertas label
6.      Baki


           b. Bahan
1.      NaOH 6 N
2.      Lugol 6 N
3.      HCl 6 N
4.      Larutan amilum 1 % (A)
5.      Larutan gula (B)
6.      Aquadest

  II.          CARA KERJA
1.             Menyiapkan alat dan bahan.
2.             Mengambil 3 buah tabung reaksi dan pipet, memasukkan masing-masing 6 ml larutan A ke dalam tabung reaksi. Setelah itu, memasukkan juga larutan B masing-masing 6 ml ke dalam 3 buah  tabung reaksi yang lain.
3.             Menambahkan masing-masing 2 tetes air ke dalam tabung pertama, 6 tetes HCl 6 N ke dalam tabung kedua dan 2 tetes NaOH 6 N ke dalam tabung ketiga. Lalu memberi label dan mengocok semua tabung.
4.             Menambahkan 6 tetes larutan lugol 6 N ke dalam masing-masing tabung dan memperhatikan warna yang terbentuk.
5.             Memanaskan tabung yang berwarna, kemudian mendinginkan dan memperhatikan perubahannya.

III.    TEORI DASAR
Karbohidrat adalah golongan senyawa yang terdiri dari unsur-unsur C, H dan O. Karbohidrat memiliki rumus umum Cn(H2O)m. Harga n dan m boleh sama boleh juga berbeda, tetapi jumlah atom H harus dua kali jumlah atom O.
Sifat-sifat kimia karbohidrat antara lain :
a.         Banyaknya isomer ruang suatu karbohidrat adalah 2n dengan n menyatakan jumlah atom C simetris.
b.         Karbohidrat dapat mereduksi hidroksida-hidroksida logam dan karbohidrat itu sendiri akan teroksidasi.
c.         Oksidasi pada karbohidrat menghasilkan asam.
d.        Karbohidrat umumnya dapat diragikan menjadi etanol dan CO2 (gas).
Sifat-sifat fisik karbohidrat ada yang berupa zat padat pada suhu kamar, ada yang berupa hablur, tidak berwarna (misal : sukrosa dan glukosa), zat padat amorf atau pati dan basa serat / selulosa. Sebagian besar karbohidrat mempunyai sifat dapat memutar bidang polarisasi cahaya. Sebagai patokan, dapat dilihat gugus OH pada atom C kedua sebelum terakhir. Apabila OH terletak di sebelah kanan, berarti memutar bidang polarisasi ke kanan dan diberi awalan d (dekstro) dan apabila OH ke kiri diberi awalan l (Levo) berarti memutar bidang polarisasi ke kiri.
Karbohidrat dibedakan dalam 3 kelompok umum, yaitu :
1. Monosakarida
Merupakan karbohidrat yang paling sederhana, karena molekulnya terdiri atas beberapa atom C dan tidak dapat diuraikan dengan cara hidrolisis.
2. Disakarida
Merupakan karbohidrat yang terbentuk dari dua molekul monosakarida yang berikatan melalui gugus -OH dengan melepaskan molekul air.
Contoh :
a.          Glukosa + fruktosa                  Sukrosa + H2O
b.         Glukosa + galaktosa                   Laktosa + H2O
3. Polisakarida
Merupakan polimer alam , karena polisakarida terbentuk dari banyak sakarida sebagai monomernya dan memiliki rumus umum (C6H10O5). Polisakarida dapat berupa selulosa, amilum dan glikogen.



IV.    HASIL PENGAMATAN
A.Foto Hasil Pengamatan      
 




























 




















 
 
Rounded Rectangle: B3
Rounded Rectangle: B2









          B. Tabel Hasil Pengamatan


Label

Bahan + Pereaksi
Keadaan warna
Keterangan Endapan / Tidak
Sebelum dipanaskan
Setelah dipanaskan
Setelah dipanaskan
Setelah dipanaskan
A1
Amilum + Air + lugol
Bening keruh
Bening
Keruh
A2
Amilum + HCl + lugol
Biru Malam
Sedikit keruh
Sedikit Endapan

Ada Endapan
A3
Amilum + NaOH + lugol
Bening Sedikit Keruh
Kuning Keruh
B1
Larutan Gula  + Air + lugol
Bening Kekuningan
Bening
B2
Larutan Gula + HCl + lugol
Putih Kekuningan
Kuning
B3
Larutan Gula+ NaOH + lugol
Bening
Merah Bata












V.      ANALISIS DATA
          Pada percobaanuji karbohidrat yang kedua, digunakan larutan amilum dan larutan gula sebagai  bahan yangditelitiada tidaknya kandungan glukosa didalamnya apabila dicampurkan dengan  larutan lain yaitu aquades, larutan HCl dan larutan NaOH. Pada praktikum ini dilakukan suatu percobaan untuk mengetahui apakah dalam suatu larutan atau bahan mengandung amilum dan glukosa, dengan menggunakan alat berupa panci. Adapun dalam percobaan ini  digunakan logul yang berperan sebagai reagent atau pereaksi untuk membuktikan adanya karbohidrat atau amilum pada setiap bahan.
A. Pengamatan Kandungan Karbohidrat Pada Larutan Amilum
1. Larutan Amilum + Air + Lugol (A1)
     Pada percobaan A1 dengan menggunakan larutan amilum sebanyak 6 ml yang ditambah 2 tetes air dan  6 tetes logul sebelum dipanaskan memiliki warna bening keruh dantidak memiliki endapan. Setelah dipanaskan selama 5 menit tidak terjadi perubahan warna pada larutan A1 yaitu tetap bening keruh dan tidak memiliki endapan.
2. Larutan Amilum + HCl + Lugol (A2)
     Pada percobaan A2 dengan menggunakan  larutan amilum sebanyak 6 ml yang ditambah 6 tetes HCl dan 6 tetes lugol, sebelum dipanaskan memiliki warna biru malam dan terdapat sedikit endapan. Setelah di panaskan selama 5 menit terjadi perubahan warna pada larutan A2 yaitu berubah menjadi warna bening tetapi sedikit keruh dan terdapat sedikit endapan di bawah.
3. Larutan Amilum + NaOH + Lugol (A3)
     Pada percobaan A3 dengan menggunakan larutan amilum sebanyak 6 ml yang ditambah 2 tetes NaOH dan 6 tetes lugol, sebelum dipanaskan memiliki warna bening sedikit keruh dan tidak terdapat endapan. Setelah dipanaskan selama 5 menit, maka terdapat perubahan warna larutan A3 yaitu dari warna bening sedikit keruh menjadi warna kuning cerah dan tidak terdapat endapan.
B. Pengamatan Kandungan Karbohidrat Pada Larutan Gula
1. Larutan Gula + Air + Lugol (B1)
     Pada percobaan B1 dengan menggunakan larutan gula sebanyak 6 ml yang ditambah 2 tetes air dan 6 tetes lugol, sebelum dipanaskan memiliki warna bening kekuningan dan tidak terdapat endapan. Setelah dipanaskan selama 5 menit, maka terjadi perubahan warna pada larutan B1 yaitu menjadi lebih bening dan tetap tidak terdapat endapan. Hal ini menandakan bahwa dalam larutan tidak mengandung karbohidrat.
2. Larutan Gula + HCl + Lugol (B2)
     Pada percobaan B2 dengan menggunakan larutan gula sebanyak 6 ml yang ditambah 6 tetes HCl dan 6 tetes lugo, sebelum dipanaskan memiliki warna putih kekuningan dan tidak terdapat endapan. Setelah dipanaskan selama 5 menit, maka terjadi perubahan pada warna larutan B2 yaitu menjadi warna bening kekuningan dan tetap tidak terdapat endapan.
3. Larutan Gula + NaOH + Lugol (B3)
     Pada percobaan B3 dengan menggunakan larutan gula sebanyak 6 ml yang ditambah 2 tetes NaOH dan 6 tetes lugol, sebelum dipanaskan memiliki warna bening dan tidak terdapat endapan. Setelah dipanaskan selama 5 menit, maka terjadi perubahan warna pada larutan B3 yaitu menjadi warna merah bata dan tidak terdapat endapan. Hal ini menunjukan bahwa larutan B3 mengandung banyak karbohidrat.
          Berdasarkan hasil pengamatan yang dilakukan diketahui bahwa setiap bahan yang diujikan terkandung karbohidrat atau amilum dengan kadar dan jumlah yang berbeda. Tingkat warna yang berbeda tersebut meninjukan kandungan karbohidrat yang berbeda pada setiap larutan. Semakin tua warna pada larutan atau mendekati warna merah bata, maka akan semakin besar kandungan karbohidrat atau amilumnya. Adapun urutan larutan yang paling tua warnanya sampai yang paling benig adalah sebagai berikut:
1. Larutan Gula + NaOH + Lugol (B3)
2. Larutan Amilum + NaOH + Lugol (A3)
3. Larutan Amilum + Air + Lugol (A1)
4. Larutan Amilum + HCl + Lugol (A2)
5. Larutan Gula + HCl + Lugol (B2)
6. Larutan Gula + Air + Lugol (B1)
          Hal ini membuktikan bahwa yang paling banyak mengandung karbohidrat atau amilum ditunjukan oleh  Larutan Gula + NaOH + Lugol (B3) yang ditunjukan dengan warna larutan setelah dipanaskan yaitu berwarna mendekati merah bata dan tidak terdapat endapan. Sedangkan yang paling sedikit atau tidak mengandung karbohidrat atau amilum ditujukan oleh Larutan Gula + Air + Lugol (B1) yang ditujukan dengan warna larutan setelah dipanaskan berwarna paling bening.


















VII.   KESIMPULAN
          Setelah melakukan pengamatan dan analisis data, maka dapat disimpulkan bahwa:
1.    Karbohidrat merupakan golongan senyawa yang terdiri dari unsur-unsur C, H, dan O.
2.    Karbohidrat merupakan kelompok besar senyawa polihidroksialdehida dan polihidroksiketon atau senyawa yang dapat dihidrolisis menjadi polihidroksialdehida dan polihidroksiketon.
3.    Karbohidrat dikelompokan menjadi  empat kelompok penting yaitu monosakarida, disakarida, oligosakarida dan polisakarida.
4.    Lugol merupakan indikator penentu karbohidrat pada suatu bahan.
5.    Dari hasil pengamatan dapat diketahui bahwa dalam bahan-bahan yang telah direaksikan mengandung atau menunjukan adanya karbohidrat atau amilum dalam jumlah atau kadar yang berbeda-beda.
6.    Berdasarkan hasil percobaan, bahan yang mengandung karbohidrat dengan kadar yang tinggi yaitu Larutan Gula + NaOH + Lugol (B3) sedangkan yang paling sedikit yaitu Larutan Gula + Air + Lugol (B1).

VII.   DAFTAR PUSTAKA
Hardiansyah dan Noorhidayati. 2014. Penuntun Praktikum Biokimia. Banjarmasin: PMIPA FKIP UNLAM.

Lehninger, Albert L. (Alih Bahasa : Thenawidjaya, Maggy). 1997. Dasar-Dasar Biokimia. Jakarta: Earlangga.

Poedjiadi, Anna. 1994. Dasar-Dasar Biokimia. Jakarta: UI-Press.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar