Selasa, 01 April 2014

makalalah kelompok hemichordata


BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Hemikordata merupakan hewan yang bentuknya seperti cacing berlidah yang tergolong dalam subfilum kordata, atau lebih tepatnya kordata rendah.Hemikordata hidup secara soliter maupun koloni. Bertubuh lunak danmudah putus.  Berikut konsep yang dipelajari adalah :
1. Ciri-ciri umum
2. Habitat dan kebiasaan
3. Klasifikasi            
4. Morfologi dan Anatomi
1.2 Rumusan Masalah
1.      Bagaimana ciri-ciri umum hemichordata ?
2.      Di mana habitat dan kebiasaan hemichordata ?
3.      Bagaimana morfologi dan anatomi hemichordata ?
4.      Apa saja klasifikasi yang terdapat filum hemichordata ?
1.3 Tujuan
1.      Untuk mengetahui ciri-ciri umum hemichordata.
2.      Untuk mengetahui habitat dan kebiasaan hemichordata.
3.      Untuk mengetahui morfologi dan anatomi hemichordata.
4.      Untuk mengetahui klasifikasi yang terdapat filum hemichordata.
1.4 Manfaat
1.      Agar masyarakat dapat mengetahui tentang hemichordata secara detail.
2.      Agar masyarakat dapat membedakan hemichordata dengan annelida dan echinodermata.
1.5  Metode Penulisan
            Makalah ini dibuat dengan menggunakan metode deskriptif dengan studi kepustakaaan, baik berupa buku atau media lainnya yang berhubungan dengan makalah ini.






BAB II
ISI
2.1 Ciri-Ciri Umum Hemichordata
 Bentuk tubuh menyerupai cacing laut dan halus
 Tubuh terdiri atas 3 bagian yaitu: proboscis, kolar dan trunkus
 Notokord hanya ditemukan pada bagian anterior (bucal diverticulum)
 Mempunyai banyak pasang celah insang
 Jaringan syaraf terbenam pada lapisan epidermis dorsal dan ventral
 Selom tubuh dibagi atas 3 bagian yang tidak saling berhubungan
 Sistem sirkulasi darah masih sangat sederhana
 Alat reproduksinya terpisah (gonokoris)

2.2 Habitat dan Kebiasaan
Habitat hemichordata adalah pantai di daerah panas atau sedang sepanjang lautan
Pasifik Amerika utara dan California , atau hidup di laut yang dalam. Kebiasaan
hemikordata adalah: membenamkan diri dalam pasir . Caranya: hemikordata
menggali liang dengan probosisnya . Dinding liang yang digali direkatkan
dengan lendir yang disekresikan oleh kelenjar lendir dari seluruh permukaan
tubuh hewan tersebut.
Cara hidup kelas enteroneusta yang membenamkan diri di pasir
Sumber gambar: http://www.google.co.id/imgres?q=enteropneusta&hl=id&s
a=X&biw=1024&

2.3 Morfologi dan Anatomi
      Hemichordata bertubuh lunak, silindris, dan bersilia memanjang, serta dilindungi oleh mukosa. Panjang tubuh antara 2 cm hingga 2-5 m. Berwarna abu-abu, dan ada juga yang kemerahan. Beberapa spesies ada yang bersifat luminescence (bercahaya karena pantulan mukosa). Hemichordata memiliki bau khas. Tubuh simetris bilateralnya dibagi atas:
1. Probosis
            Letaknya pada ujung anterior tubuh, ukurannya bervariasi tergantung jenisnya. Probosis berongga dan tersusun atas dinding otot yang tebal.
 2. Kolar
            Terletak disebelah posterior tangkai proboscis dan sebelah anterior trunkus. Tersusun oleh otot sirkuler dan longitudinal. Permukaan kolar biasanya  disesuaikan dengan peninggian, tekanan dan aktivitas dari hewan tersebut ketika membenamkan diri dalam tanah. Kolar ukurannya lebih pendek dariada proboscis. Kolar memiliki 2 rongga yang masing-masing dipisahkan oleh mesenteri dorsal dan ventral. Rongga tubuh kolar berhubungan dengan dunia luar melalui sepasang kolar pore.
 3. Trunkus, trunkus dibagi atas:
     a. dareah anterior
           b. daerah pertengahan
           c. daerah posterior
            Anatomi Hemikordata meliputi:
            a. Dinding tubuh
            b. Coelom
            c. Sistem rangka
            d. Sistem muskulus/otot
            e. Sistem pencernaan
            f. Sistem respirasi
            g. Sistem peredaran darah
            h. Sistem Ekskresi
            i. Sistem saraf
            j. Sistem reseptorius
            k. Sistem reproduksi


2.4 Klasfikasi Hemichordata
Hemikordata dibagi menjadi 4 kelas yaitu:
   1. Kelas Enteropneusta
       1) Merupakan hewan soliter, menyerupai cacing laut yang bisa membenamkan diri di                    pasir, dan umumnya diketahui sebagai ‘acorn’atau cacing berlidah
          2)  Tubuh dibedakan atas:
   a. Probosis
   b. Kolar/kerah yang pendek
c. Badan trunkus yang memanjang. Probosis dipisahkan dari bagian
                   badan oleh cincin kolar yang tebal
Pembagian tubuh Enteropneusta

3. Epidermis bersilia dan mengandung banyak kelenjar
4. Memiliki beberapa celah ingsang dan gonad
5. Saluran pencernaan makanan lurus dengan ujung terminal berupa anus
6. Pada pertengahan tubuhnyaditemukan dua deret kantong hepar
              ‘hepatic caeca’
7. Contoh: Balanoglossus, Saccoglossus, Ptychodera
Anatomi Balanoglossus
Sumber gambar : http://www.google.co.id/imgres?q=balanoglossus&hl=I
d&sa =X&biw =1024&


Acorn worms

Foto Hemichordata
Sumber gambar : http://beacon-center.org/

2.
Pterobranchia
 
Kelas Pterobranchia
 Klasifikasi ilmiah
Kerajaan : Animalia
Filum      : Hemichordata
Kelas      : Pterobranchia
                 Lankester 1877
Ordo       : Cephalodiscida
                 Rhabdopleurida
         
Kelas Pterobranchia didirikan oleh Ray Lankester pada tahun 1877. Pada waktu itu, ditemukan genus tunggal berupa  Rhabdopleura. Rhabdopleura pada awalnya dianggap sebagai polyzoon menyimpang, tetapi ketika laporan Challenger pada Cephalodiscus diterbitkan di tahun 1887, menjadi jelas bahwa Cephalodiscus, sekarang termasuk genus kedua dalam urutan serta  memiliki afinitas ke arah Enteropneusta.
Pterobrancia merupakan cacing kecil yang hidup di dalam tabung yang berada di dasar laut atau sering diperairan yang reltif dalam. Pterobrancia hidup dengan cara berkelompok atau berkoloni. Panjang individu tidak lebih 12 mm. Tubuh terdiri atas probosis yang berbentuk seperti tameng (perisai) dan tangan-tangan yang mengandung tentakel terdapat di bagian dorsal kelepak (collar). Tangan tentakel tersebut disebut tangan lophophore. Tentakel berfungsi untuk menangkap makanan yang berupa organisme kecil dan disalurkan oleh cillia ke mulut.  Pterobranchia makanan dengan menyaring plankton dari air dengan bantuan silia yang melekat pada tentakelnya. Ada sekitar 30 spesies hidup yang dikenal dalam kelompok.
Seperti kerabat mereka, cacing acorn, tubuh mereka dibagi menjadi tiga bagian yaitu sebuah belalai anterior, kerah, dan batang. Belalai yang lebar dan pipih di ujung, dan di sebagian besar spesies mengandung kelenjar tabung yang mengeluarkan bahan organik di mana pterobrancia akan menghabiskan kehidupan dewasanya. Kerah ini dikenakan sejumlah senjata besar, masing-masing mencakup deretan tentakel sepanjang satu sisi. Jumlah senjata bervariasi antara spesies, dengan apa-apa 1-9 pasang. Tentakel yang dibahas dalam silia membantumenyaring makanan dari air.
Reproduksi Pterobrancia dapat dilakukan secara aseksual dan seksual. Reproduksi aseksual umumnya dengan menggunakan budding  yang tumbuh sebagai koloni dan memulai sebagai  individu baru. Sedangkan reproduksi seksualnya hampir sama dengan kelas Enteropneusta yaitu dengan fertilisasi luar tubuh.
Adapun ciri-ciri dari pterobrancia antara lain sebagai berikut:
1. Merupakan hewan yang hidupnya menetap, berbentuk soliter atau koloni dan merupakan hewan air
2. Probosis dilengkapi dengan tentakel bersilia, yang berfungsi menggerakkan makanan melalui aliran air
3. Kolar dilengkapi dua hingga lebih lengan-lengan bertentakel
4. Saluran pencernaan makanan berbentuk U dengan arus dorsal yang letaknya dekat mulut
5. Gonad jumlahnya sedikit
6. Perkembangbiakan terjadi melalui pembentukan kuncup.





1. Ordo Cephalodiscida
Ciri-ciri Cephalodiscida antara lain sebagai berikut:
a. Merupakan hewan soliter atau hidup di tempat yang mengandung gelatin
b. Memiliki dua celah ingsang
c. Memiliki satu pasang gonad
d. Memiliki 4-6 lengan yang  bertentakel.



Cephalodiscus Densus Andersson 1907
 
 


Contoh :  Cephalodiscus agglutinans Harmer & Ridewood 1914
                Cephalodiscus Atlanticus Bayer 1962
                Cephalodiscus australiensis author unknown
                
Cephalodiscus calciformis Emig, 1977
                Cephalodiscus Densus Andersson 1907
                Cephalodiscus dodecalophus McIntosh 1882
                Cephalodiscus evansi Ridewood
                Cephalodiscus fumosus John, 1932
                Cephalodiscus gilchristi Ridewood 1908
                
Cephalodiscus gracilis Harmer 1905
                Cephalodiscus graptolitoides Dilly 1993
                Cephalodiscus hodgsoni Ridewood 1907
                Cephalodiscus indicus Schepotieff 1909
                Cephalodiscus Kempi John, 1932
                
Cephalodiscus levinsoni Harmer
                Cephalodiscus nigrescens Lankester 1905
                Cephalodiscus sibogae Harmer 1905
                
Cephalodiscus solidus Andersson, 1907



2.  Ordo Rhabdopleurida

Ciri-ciri dari Rhabdopleurida antara lain sebagai berikut:
 a. Berbentuk koloni
 b. Mmeiliki celah ingsang
 c. Memiliki satu buah gonad
 d. Memiliki satu pasang lengan yang bertentakel


Rhabdopleura sp.
 
 

Contoh:   Rhabdopleura annulata Norman, 1921
                Rhabdopleura compacta Hincks, 1880
                Rhabdopleura Grimaldi Julien
                Rhabdopleura manubialis Julien 1903
                Rhabdopleura normani Allmann 1869
                Rhabdopleura striata Schepotieff 1909
3. Kelas Planotospnaeroidea
1) Hewan ini diketahui hanya memiliki stadia larva yang ransparan, bersifat pelagic dan mirip dengan larva tornaria.
2) Permukaan tubuh larva dilengkapi oleh sabuk bersilia
3) Saluran pencernaan makanan berbentuk U
4) Hewan dewasanya belum diketahui
 
4. Kelas Graptolita
1)  Anggota dari kelas ini diketahui sebagai anggota hemichordata yang sudah punah
2) Bukti-bukti utamanya hanya bisa diketahui dari struktur fosil yang bentuknya seperti tabung/pembuluh
3)  Setiap hewan berlindung dalam kelompoknya
4)  Anggota dari kelas ini diketahui melimpah pada periode ordovisian dan Silurian
5)  Contoh: Dendroogroptus
 
Fosil dari Graptolita
Sumber gambar : http://www.ucmp.berkeley.edu /chordata/hemichordat.html .
























BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
1.      Ciri-ciri umum hemichordata bentuk tubuh menyerupai cacing laut dan halus, tubuh terdiri atas 3 bagian yaitu: proboscis, kolar dan trunkus, notokord hanya ditemukan pada bagian anterior (bucal diverticulum), mempunyai banyak pasang celah insang, jaringan syaraf terbenam pada lapisan epidermis dorsal dan ventral, selom tubuh dibagi atas 3 bagian yang tidak saling berhubungan, sistem sirkulasi darah masih sangat sederhana, alat reproduksinya terpisah (gonokoris).
2.      Habitat hemichordata adalah pantai di daerah panas atau sedang sepanjang lautan Pasifik Amerika utara dan California, atau hidup di laut yang dalam. Kebiasaan hemikordata adalah membenamkan diri dalam pasir.
3.      Hemichordata bertubuh lunak, silindris, dan bersilia memanjang, serta dilindungi oleh mukosa. Panjang tubuh antara 2 cm hingga 2-5 m. Berwarna abu-abu, dan ada juga yang kemerahan.
4.      Hemichordata dibagi menjadi 4 kelas yaitu kelas enteropneusta, kelas pterobranchia, kelas planotospnairoedea, dan kelas graptolita.
3.2 Saran
            Sebaiknya generasi sekarang harus mengetahui informasi tentang makalah ini, karena penting untuk dipelajari. Kepada para pembaca kalau ingin lebih mengetahui tentang bahasan ini bisa membaca buku, jurnal atau majalah-majalah yang memuat tentang hemichordata.













DAFTAR PUSTAKA

Anonim. http://beacon-center.org/ Di Akses tanggal 26 Februari 2014
Anonim. http://www.google.co.id/imgres?q=enteropneusta&hl=id&s
a=X&biw=1024&  Di akses tanggal 27 Februari 2014
Ardiani Samti Nur Azizah. 2011. Jurnal Belajar Zoologi Invertebrata Hemicordata. From : http://s3.amazonaws.com/ppt-download/jurnalbelajar2hemikordata-131101031251-phpapp01.pdf. Di akses tanggal 26 Februari 2014
Hibberd, Ty & Kirrily Moore. 2009. Field Identification Guide to Heard Island and McDonald Islands Benthic Intervebrates. Australian: Australian Antarctic Division.
Hickman, dkk. 2008. Integrated the principles of Zoology. New York: McGraw-Hill. 




Tidak ada komentar:

Posting Komentar