BAB I
PENDAHULUAN
1.1
Latar Belakang
Hemikordata merupakan hewan
yang bentuknya seperti cacing berlidah yang
tergolong dalam subfilum kordata, atau lebih tepatnya kordata rendah.Hemikordata
hidup secara soliter maupun koloni. Bertubuh lunak danmudah
putus. Berikut konsep yang dipelajari adalah :
1.
Ciri-ciri umum
2.
Habitat dan kebiasaan
3. Klasifikasi
4.
Morfologi dan Anatomi
1.2
Rumusan Masalah
1.
Bagaimana
ciri-ciri umum hemichordata ?
2.
Di
mana habitat dan kebiasaan hemichordata ?
3.
Bagaimana
morfologi dan anatomi hemichordata ?
4.
Apa
saja klasifikasi yang terdapat filum hemichordata ?
1.3 Tujuan
1.
Untuk
mengetahui ciri-ciri umum hemichordata.
2.
Untuk
mengetahui habitat dan kebiasaan hemichordata.
3.
Untuk
mengetahui morfologi dan anatomi hemichordata.
4.
Untuk
mengetahui klasifikasi yang terdapat filum hemichordata.
1.4
Manfaat
1.
Agar
masyarakat dapat mengetahui tentang hemichordata secara detail.
2.
Agar
masyarakat dapat membedakan hemichordata dengan annelida dan echinodermata.
1.5 Metode Penulisan
Makalah ini
dibuat dengan menggunakan metode deskriptif dengan studi kepustakaaan, baik berupa buku atau media lainnya yang berhubungan dengan makalah
ini.
BAB II
ISI
2.1 Ciri-Ciri Umum Hemichordata
Bentuk tubuh menyerupai cacing laut dan halus
Tubuh terdiri atas 3 bagian yaitu: proboscis, kolar dan trunkus
Notokord hanya ditemukan pada bagian anterior (bucal diverticulum)
Mempunyai banyak pasang celah insang
Jaringan syaraf terbenam pada lapisan epidermis dorsal dan ventral
Selom tubuh dibagi atas 3 bagian yang tidak saling berhubungan
Sistem sirkulasi darah masih sangat sederhana
Alat reproduksinya terpisah (gonokoris)
2.2 Habitat dan Kebiasaan
Habitat hemichordata
adalah pantai di daerah panas atau sedang sepanjang lautan
Pasifik Amerika utara dan California , atau hidup di laut yang
dalam. Kebiasaan
hemikordata adalah: membenamkan diri dalam pasir . Caranya:
hemikordata
menggali liang dengan probosisnya . Dinding liang yang digali
direkatkan
dengan lendir yang disekresikan oleh kelenjar lendir dari seluruh
permukaan
tubuh hewan tersebut.


Cara hidup kelas enteroneusta yang membenamkan diri di pasir
Sumber gambar: http://www.google.co.id/imgres?q=enteropneusta&hl=id&s
a=X&biw=1024&
2.3 Morfologi dan
Anatomi
Hemichordata bertubuh lunak, silindris, dan bersilia memanjang, serta dilindungi
oleh mukosa. Panjang tubuh antara 2 cm hingga 2-5 m. Berwarna
abu-abu, dan ada juga yang kemerahan. Beberapa spesies ada yang
bersifat luminescence (bercahaya karena pantulan mukosa). Hemichordata
memiliki bau khas. Tubuh simetris bilateralnya dibagi atas:
1.
Probosis
Letaknya
pada ujung anterior tubuh, ukurannya bervariasi tergantung jenisnya.
Probosis berongga dan tersusun atas dinding otot yang tebal.
2. Kolar
Terletak
disebelah posterior tangkai proboscis dan sebelah anterior trunkus.
Tersusun oleh otot sirkuler dan longitudinal. Permukaan kolar biasanya disesuaikan dengan peninggian, tekanan dan
aktivitas dari hewan tersebut ketika membenamkan diri dalam tanah. Kolar ukurannya
lebih pendek dariada proboscis.
Kolar memiliki 2 rongga yang masing-masing dipisahkan oleh mesenteri
dorsal dan ventral. Rongga tubuh kolar berhubungan dengan dunia
luar melalui sepasang kolar pore.
3. Trunkus, trunkus dibagi atas:
a. dareah anterior
b. daerah pertengahan
c.
daerah posterior
Anatomi Hemikordata meliputi:
a. Dinding tubuh
b. Coelom
c. Sistem rangka
d. Sistem muskulus/otot
e. Sistem pencernaan
f. Sistem respirasi
g. Sistem peredaran darah
h. Sistem Ekskresi
i. Sistem saraf
j. Sistem reseptorius
k. Sistem reproduksi
2.4
Klasfikasi Hemichordata
Hemikordata dibagi menjadi 4
kelas yaitu:
1. Kelas Enteropneusta
1)
Merupakan hewan soliter, menyerupai cacing laut yang
bisa membenamkan diri di pasir, dan umumnya diketahui sebagai ‘acorn’atau
cacing berlidah
2) Tubuh dibedakan atas:
a. Probosis
b. Kolar/kerah yang pendek
c.
Badan trunkus yang memanjang. Probosis dipisahkan dari bagian
badan oleh
cincin kolar yang tebal

Pembagian tubuh
Enteropneusta
3.
Epidermis bersilia dan mengandung banyak kelenjar
4.
Memiliki beberapa celah ingsang dan gonad
5.
Saluran pencernaan makanan lurus dengan ujung terminal berupa anus
6.
Pada pertengahan tubuhnyaditemukan dua deret kantong hepar
‘hepatic caeca’
7.
Contoh: Balanoglossus, Saccoglossus, Ptychodera

Anatomi Balanoglossus
Sumber gambar : http://www.google.co.id/imgres?q=balanoglossus&hl=I
d&sa
=X&biw =1024&

Acorn worms

Foto Hemichordata
Sumber gambar : http://beacon-center.org/
2.
Kelas
Pterobranchia
Klasifikasi ilmiah
Kerajaan : Animalia
Filum : Hemichordata
Kelas : Pterobranchia
Lankester 1877
Ordo : Cephalodiscida
Rhabdopleurida
|
Kelas
PterobranchiaKlasifikasi ilmiah
Kerajaan : Animalia
Filum : Hemichordata
Kelas : Pterobranchia
Lankester 1877
Ordo : Cephalodiscida
Rhabdopleurida
Kelas Pterobranchia didirikan oleh Ray Lankester pada tahun
1877. Pada waktu itu, ditemukan genus tunggal berupa Rhabdopleura. Rhabdopleura pada awalnya
dianggap sebagai polyzoon menyimpang, tetapi ketika laporan Challenger pada
Cephalodiscus diterbitkan di tahun 1887, menjadi jelas bahwa Cephalodiscus,
sekarang termasuk genus kedua dalam urutan serta memiliki afinitas ke arah Enteropneusta.
Pterobrancia
merupakan cacing kecil yang hidup di dalam tabung yang berada di dasar laut
atau sering diperairan yang reltif dalam. Pterobrancia hidup dengan cara
berkelompok atau berkoloni. Panjang individu tidak lebih 12 mm. Tubuh terdiri
atas probosis yang berbentuk seperti tameng (perisai) dan tangan-tangan yang
mengandung tentakel terdapat di bagian dorsal kelepak (collar). Tangan tentakel
tersebut disebut tangan lophophore. Tentakel berfungsi untuk menangkap makanan
yang berupa organisme kecil dan disalurkan oleh cillia ke mulut. Pterobranchia makanan dengan menyaring
plankton dari air dengan bantuan silia yang melekat pada tentakelnya. Ada
sekitar 30 spesies hidup yang dikenal dalam kelompok.
Seperti
kerabat mereka, cacing acorn, tubuh mereka dibagi menjadi tiga bagian yaitu
sebuah belalai anterior, kerah, dan batang. Belalai yang lebar dan pipih di
ujung, dan di sebagian besar spesies mengandung kelenjar tabung yang
mengeluarkan bahan organik di mana pterobrancia akan menghabiskan kehidupan
dewasanya. Kerah ini dikenakan sejumlah senjata besar, masing-masing mencakup
deretan tentakel sepanjang satu sisi. Jumlah senjata bervariasi antara spesies,
dengan apa-apa 1-9 pasang. Tentakel yang dibahas dalam silia membantumenyaring
makanan dari air.
Reproduksi
Pterobrancia dapat dilakukan secara aseksual dan seksual. Reproduksi aseksual
umumnya dengan menggunakan budding yang tumbuh sebagai koloni dan memulai
sebagai individu baru. Sedangkan
reproduksi seksualnya hampir sama dengan kelas Enteropneusta yaitu dengan
fertilisasi luar tubuh.
Adapun
ciri-ciri dari pterobrancia antara lain sebagai berikut:
1.
Merupakan hewan yang hidupnya menetap, berbentuk soliter atau koloni dan
merupakan hewan air
2.
Probosis dilengkapi dengan tentakel bersilia, yang berfungsi menggerakkan
makanan melalui aliran air
3. Kolar dilengkapi dua hingga lebih
lengan-lengan bertentakel
4.
Saluran pencernaan makanan berbentuk U dengan arus dorsal yang letaknya dekat
mulut
5. Gonad jumlahnya sedikit
6. Perkembangbiakan terjadi melalui
pembentukan kuncup.
1. Ordo Cephalodiscida
Ciri-ciri Cephalodiscida antara lain
sebagai berikut:
a. Merupakan hewan soliter atau
hidup di tempat yang mengandung gelatin
b. Memiliki dua celah ingsang
c. Memiliki satu pasang gonad
d. Memiliki 4-6 lengan yang bertentakel.
|
Contoh : Cephalodiscus agglutinans Harmer & Ridewood 1914
Cephalodiscus Atlanticus Bayer 1962
Cephalodiscus australiensis author unknown
Cephalodiscus calciformis Emig, 1977
Cephalodiscus Densus Andersson 1907
Cephalodiscus dodecalophus McIntosh 1882
Cephalodiscus evansi Ridewood
Cephalodiscus fumosus John, 1932
Cephalodiscus gilchristi Ridewood 1908
Cephalodiscus gracilis Harmer 1905
Cephalodiscus graptolitoides Dilly 1993
Cephalodiscus hodgsoni Ridewood 1907
Cephalodiscus indicus Schepotieff 1909
Cephalodiscus Kempi John, 1932
Cephalodiscus levinsoni Harmer
Cephalodiscus nigrescens Lankester 1905
Cephalodiscus sibogae Harmer 1905
Cephalodiscus solidus Andersson, 1907
Cephalodiscus Atlanticus Bayer 1962
Cephalodiscus australiensis author unknown
Cephalodiscus calciformis Emig, 1977
Cephalodiscus Densus Andersson 1907
Cephalodiscus dodecalophus McIntosh 1882
Cephalodiscus evansi Ridewood
Cephalodiscus fumosus John, 1932
Cephalodiscus gilchristi Ridewood 1908
Cephalodiscus gracilis Harmer 1905
Cephalodiscus graptolitoides Dilly 1993
Cephalodiscus hodgsoni Ridewood 1907
Cephalodiscus indicus Schepotieff 1909
Cephalodiscus Kempi John, 1932
Cephalodiscus levinsoni Harmer
Cephalodiscus nigrescens Lankester 1905
Cephalodiscus sibogae Harmer 1905
Cephalodiscus solidus Andersson, 1907
2. Ordo
Rhabdopleurida
Ciri-ciri dari Rhabdopleurida antara
lain sebagai berikut:
a. Berbentuk koloni
b. Mmeiliki celah ingsang
c. Memiliki satu buah gonad
d. Memiliki satu pasang lengan yang
bertentakel
|
Contoh: Rhabdopleura
annulata Norman, 1921
Rhabdopleura compacta Hincks, 1880
Rhabdopleura Grimaldi Julien
Rhabdopleura manubialis Julien 1903
Rhabdopleura normani Allmann 1869
Rhabdopleura striata Schepotieff 1909
Rhabdopleura compacta Hincks, 1880
Rhabdopleura Grimaldi Julien
Rhabdopleura manubialis Julien 1903
Rhabdopleura normani Allmann 1869
Rhabdopleura striata Schepotieff 1909
3. Kelas Planotospnaeroidea
1) Hewan ini diketahui hanya memiliki stadia larva yang ransparan,
bersifat pelagic dan mirip dengan larva tornaria.
2)
Permukaan tubuh larva dilengkapi oleh sabuk bersilia
3)
Saluran pencernaan makanan berbentuk U
4)
Hewan dewasanya belum diketahui
4. Kelas Graptolita
1) Anggota dari kelas ini diketahui sebagai
anggota hemichordata yang sudah punah
2) Bukti-bukti utamanya hanya bisa diketahui dari struktur fosil yang
bentuknya seperti tabung/pembuluh
3) Setiap hewan berlindung dalam kelompoknya
4) Anggota dari kelas ini diketahui melimpah pada
periode ordovisian dan Silurian
5) Contoh: Dendroogroptus

Fosil dari Graptolita
Sumber gambar : http://www.ucmp.berkeley.edu
/chordata/hemichordat.html .
BAB III
PENUTUP
3.1
Kesimpulan
1.
Ciri-ciri
umum hemichordata bentuk
tubuh menyerupai cacing laut dan halus, tubuh terdiri atas 3 bagian
yaitu: proboscis, kolar dan trunkus, notokord hanya ditemukan pada
bagian anterior (bucal diverticulum), mempunyai banyak pasang celah
insang, jaringan
syaraf terbenam pada lapisan epidermis dorsal dan ventral, selom
tubuh dibagi atas 3 bagian yang tidak saling berhubungan, sistem
sirkulasi darah masih sangat sederhana, alat reproduksinya terpisah
(gonokoris).
2.
Habitat
hemichordata
adalah pantai di daerah panas atau sedang sepanjang lautan Pasifik
Amerika utara dan California, atau hidup di laut yang
dalam. Kebiasaan hemikordata adalah membenamkan diri dalam pasir.
3.
Hemichordata
bertubuh lunak, silindris, dan bersilia memanjang, serta dilindungi
oleh mukosa. Panjang tubuh antara 2 cm hingga 2-5 m. Berwarna
abu-abu, dan ada juga yang kemerahan.
4.
Hemichordata
dibagi menjadi 4 kelas yaitu kelas enteropneusta, kelas pterobranchia, kelas planotospnairoedea, dan
kelas graptolita.
3.2 Saran
Sebaiknya generasi sekarang harus mengetahui informasi tentang
makalah ini, karena penting untuk dipelajari. Kepada para pembaca kalau ingin
lebih mengetahui tentang bahasan ini bisa membaca buku, jurnal atau majalah-majalah yang memuat tentang hemichordata.
DAFTAR PUSTAKA
Anonim. http://www.google.co.id/imgres?q=enteropneusta&hl=id&s
a=X&biw=1024& Di
akses tanggal 27 Februari 2014
Ardiani Samti Nur Azizah. 2011. Jurnal Belajar Zoologi
Invertebrata Hemicordata. From : http://s3.amazonaws.com/ppt-download/jurnalbelajar2hemikordata-131101031251-phpapp01.pdf.
Di akses tanggal 26
Februari 2014
Hibberd, Ty & Kirrily Moore. 2009.
Field Identification Guide to Heard Island and McDonald Islands Benthic
Intervebrates. Australian: Australian Antarctic Division.
Hickman, dkk. 2008. Integrated the principles of
Zoology. New York: McGraw-Hill.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar